SulawesiPos.com – Audi menggelar pameran khusus bertajuk 1-2-4-5-3: 50 Years of Audi Five-Cylinder Engines di Audi museum mobile, Audi Forum Ingolstadt, Jerman, mulai 1 Agustus 2026 hingga 28 Februari 2027 untuk memperingati 50 tahun pengembangan mesin lima silinder yang menjadi salah satu ikon teknologi merek tersebut.
Menurut Audi, pameran tersebut menghadirkan tujuh display mesin dan 14 kendaraan yang menampilkan perjalanan pengembangan mesin lima silinder sejak diperkenalkan pada 1976 hingga digunakan pada berbagai model performa tinggi.
Kurator pameran Stefan Felber mengatakan peringatan setengah abad mesin lima silinder memiliki makna istimewa karena teknologi tersebut telah membentuk identitas Audi selama lima dekade terakhir.
“50 years of the five-cylinder engine is a very special anniversary for Audi: few technologies evoke such strong emotions or have shaped the brand’s image so profoundly over the past five decades. That’s why so many Audi fans and museum visitors have asked us whether we’d mark this anniversary with a special exhibition — a wish we were only too happy to fulfill,” kata Stefan Felber.
Pameran tersebut menampilkan sejumlah kendaraan ikonik, mulai dari Audi 100 5E, Audi 200 5T, Audi 90 quattro, Audi S2 Coupé, Avant RS2, Audi S6, Audi TT RS, Audi RS 3, hingga Audi GT50 concept yang merepresentasikan perjalanan mesin lima silinder selama lima dekade, menurut Audi.
Perjalanan Mesin Lima Silinder Audi
Perjalanan mesin lima silinder Audi dimulai pada Agustus 1976 melalui peluncuran Audi 100 generasi kedua yang dikembangkan untuk membawa merek tersebut ke segmen kendaraan yang lebih premium.
Menurut Audi, pada tahap pengembangan para insinyur sempat mempertimbangkan penggunaan mesin enam silinder, namun opsi tersebut dibatalkan karena keterbatasan ruang dan distribusi bobot sehingga dipilih konfigurasi lima silinder segaris.
Konfigurasi tersebut dikembangkan dari mesin empat silinder EA 827 yang digunakan pada Audi 80 dan berbagai model Volkswagen Group hingga melahirkan mesin bensin lima silinder EA 828.
Menurut Audi, mesin lima silinder menghasilkan karakter suara khas berkat konfigurasi silinder ganjil dengan firing order 1-2-4-5-3 yang menjadi ciri khas mesin tersebut selama puluhan tahun.
Audi menjelaskan bahwa interval pembakaran 144 derajat dipilih untuk menghasilkan kerja mesin yang lebih halus, sementara sistem injeksi modern pada masanya turut meningkatkan performa, efisiensi, dan penyaluran tenaga.
Mesin lima silinder pertama berkapasitas 2.144 cc yang digunakan pada Audi 100 5E menghasilkan tenaga 100 kW atau 136 PS, mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 9,5 detik serta mencapai kecepatan maksimum 190 km/jam, menurut Audi.
Audi kemudian memperluas keluarga mesin tersebut dengan menghadirkan mesin diesel lima silinder pertama pada 1978 yang memiliki kapasitas dua liter dengan tenaga 51 kW atau 70 PS, sebelum memperkenalkan mesin bensin lima silinder turbo pada Audi 200 5T setahun kemudian dengan tenaga 125 kW atau 170 PS.
Pada 1980, Audi memperkenalkan Audi quattro di Geneva Motor Show dengan mesin lima silinder turbo bertenaga 147 kW atau 200 PS yang dipadukan dengan sistem penggerak semua roda permanen quattro dan intercooler.
Menurut Audi, kombinasi teknologi tersebut membantu merek ini meraih dua gelar juara dunia konstruktor dan dua gelar juara dunia pembalap dalam ajang reli dunia.
Audi juga menyebut versi Group B dari mesin lima silinder menghasilkan tenaga lebih dari 500 PS, sedangkan Audi IMSA GTO pada 1989 mampu menghasilkan tenaga hingga 530 kW atau 720 PS.
Digunakan pada Model RS hingga Era Modern
Audi terus mengembangkan mesin lima silinder untuk kendaraan produksinya, termasuk Avant RS2 yang diperkenalkan pada 1994 dengan tenaga 232 kW atau 315 PS dari mesin berkapasitas 2,2 liter.
Menurut Audi, Avant RS2 menjadi station wagon produksi paling bertenaga di dunia pada masanya sekaligus menjadi awal tradisi model performa tinggi RS milik Audi.
Mesin lima silinder generasi awal kemudian dihentikan secara bertahap hingga 1997 setelah Audi mulai beralih menggunakan mesin V6 pada sejumlah model, termasuk setelah hadirnya Audi A4 generasi B5.
Audi kembali menghadirkan mesin lima silinder pada 2009 melalui Audi TT RS yang menggunakan mesin 2,5 liter TFSI bertenaga 250 kW atau 340 PS yang dikembangkan dari basis mesin EA 855 milik Volkswagen Group.
Menurut Audi, mesin tersebut kemudian digunakan pada berbagai model RS di lini A Series yang berada di bawah Audi Sport GmbH sejak 2016 dan berhasil meraih predikat Engine of the Year selama sembilan tahun berturut-turut.
Audi juga menyediakan informasi tambahan mengenai pameran melalui aplikasi Audi Tradition yang menghadirkan teks, panduan audio, panorama 360 derajat, serta akses menuju situs resmi, toko daring, dan kanal media sosial Audi Tradition.

