Kanselir Jerman juga menuntut agar pemerintah Maroko segera bersedia menerima kembali seluruh migran ilegal yang melintas.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat turut mengeluarkan pernyataan bahwa insiden masif tersebut merupakan akibat langsung dari kebijakan migrasi Spanyol.
Apa Itu Ceuta dan Mengapa Menjadi Titik Rawan Migrasi?
Berdasarkan arsip The Guardian, Ceuta merupakan wilayah berdaulat Spanyol yang terletak secara strategis di pesisir pantai Afrika Utara.
Wilayah Ceuta bersama dengan Melilla di sebelah timurnya merupakan satu-satunya daratan yang menghubungkan langsung Uni Eropa dengan benua Afrika.
Di bawah kekuasaan Spanyol sejak tahun 1580, Ceuta dihuni oleh masyarakat dari latar belakang agama Kristen dan Muslim yang hidup berdampingan secara damai.
Kendati demikian, pemerintah Maroko secara konsisten menolak mengakui kedaulatan Spanyol atas Ceuta dan Melilla serta menganggapnya sebagai wilayah pendudukan.
Posisi geografis yang sangat unik inilah yang menjadikan Ceuta sebagai jalur lintasan paling krusial sekaligus titik paling rawan bagi migran asal Afrika menuju Eropa.

