Mengapa Imigran Maroko ke Spanyol Menyerbu Perbatasan Ceuta? Ini Faktanya

Pemerintah Spanyol menganggap reaksi sejumlah negara Eropa terhadap krisis ini sangat egois, memecah belah, dan melanggar hukum.

Melalui surat resmi kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, PM Pedro Sánchez menegaskan bahwa Spanyol telah berhasil memulihkan kontrol perbatasan sepenuhnya.

Sánchez juga memastikan bahwa pemerintahannya sukses mencegah pergerakan lanjutan tanpa izin menuju wilayah daratan Eropa kontinental dalam waktu kurang dari 48 jam.

Dalam surat yang sama, Sánchez dengan tegas mengingatkan para pemimpin Eropa bahwa wilayah Ceuta secara hukum bukan merupakan bagian dari zona Schengen.

Sánchez melontarkan kritik pedas dengan menyatakan, “Uni Eropa tidak mampu menoleransi reaksi egois, memecah belah, dan melanggar hukum seperti ini.”

Meski sebagian negara telah menunjukkan solidaritas, Sánchez menuding segelintir pemerintah Eropa lainnya justru menyerang Spanyol karena didorong oleh prasangka atau kepentingan politik.

Sebanyak 22 dari total 27 negara anggota Uni Eropa langsung merespons dengan menyerukan pembicaraan darurat dalam sebuah surat terbuka akibat kekhawatiran serius di Ceuta.

BACA JUGA:  Spanyol Tolak Bantu AS dalam Perang, Presiden Iran: Etika dan Hati Nurani Masih Hidup di Barat

Negara-negara UE tersebut mengapresiasi kerja sama erat antara Spanyol dan Maroko dalam memulangkan para migran ilegal secara cepat.

Konferensi video darurat antarmenteri dalam negeri UE diagendakan untuk memobilisasi instrumen dukungan bagi Spanyol demi mengembalikan kontrol efektif perbatasan.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham turut menghubungi Sánchez untuk menyatakan bahwa Inggris siap memberikan bantuan sebisa mungkin.

Pemerintah Spanyol menganggap reaksi sejumlah negara Eropa terhadap krisis ini sangat egois, memecah belah, dan melanggar hukum.

Melalui surat resmi kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, PM Pedro Sánchez menegaskan bahwa Spanyol telah berhasil memulihkan kontrol perbatasan sepenuhnya.

Sánchez juga memastikan bahwa pemerintahannya sukses mencegah pergerakan lanjutan tanpa izin menuju wilayah daratan Eropa kontinental dalam waktu kurang dari 48 jam.

Dalam surat yang sama, Sánchez dengan tegas mengingatkan para pemimpin Eropa bahwa wilayah Ceuta secara hukum bukan merupakan bagian dari zona Schengen.

Sánchez melontarkan kritik pedas dengan menyatakan, “Uni Eropa tidak mampu menoleransi reaksi egois, memecah belah, dan melanggar hukum seperti ini.”

Meski sebagian negara telah menunjukkan solidaritas, Sánchez menuding segelintir pemerintah Eropa lainnya justru menyerang Spanyol karena didorong oleh prasangka atau kepentingan politik.

Sebanyak 22 dari total 27 negara anggota Uni Eropa langsung merespons dengan menyerukan pembicaraan darurat dalam sebuah surat terbuka akibat kekhawatiran serius di Ceuta.

BACA JUGA:  Spanyol Tolak Bantu AS dalam Perang, Presiden Iran: Etika dan Hati Nurani Masih Hidup di Barat

Negara-negara UE tersebut mengapresiasi kerja sama erat antara Spanyol dan Maroko dalam memulangkan para migran ilegal secara cepat.

Konferensi video darurat antarmenteri dalam negeri UE diagendakan untuk memobilisasi instrumen dukungan bagi Spanyol demi mengembalikan kontrol efektif perbatasan.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham turut menghubungi Sánchez untuk menyatakan bahwa Inggris siap memberikan bantuan sebisa mungkin.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru