Namun polisi menegaskan luka tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdiyanto, mengatakan keluarga korban juga menyampaikan adanya riwayat hipertensi.
Seusai kejadian, jenazah dievakuasi ke instalasi forensik RSUD dr. Iskak untuk visum luar, sementara pihak keluarga menerima insiden itu sebagai musibah dan memilih tidak dilakukan autopsi.
Polisi kini masih meminta keterangan pihak pengelola wahana untuk melengkapi penyelidikan.
Selama proses itu berjalan, wahana rumah hantu di area pusat perbelanjaan tersebut dipasangi garis polisi dan ditutup sementara.

