Mentan Amran Tantang Unesa Cari Benih Kedelai 5-6 Ton per Hektare, Lahan 600 Hektare Disiapkan

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menantang Universitas Negeri Surabaya atau Unesa menghasilkan benih kedelai unggul dengan produktivitas 5-6 ton per hektare saat menerima jajaran kampus itu di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Tantangan ini langsung dikaitkan dengan percepatan swasembada kedelai nasional di tengah upaya menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Amran menegaskan pemerintah siap memfasilitasi hasil riset perguruan tinggi bila varietas yang dikembangkan benar-benar terbukti kuat di lapangan.

Fokus utamanya, menurut dia, bukan sekadar menemukan benih baru, tetapi menciptakan inovasi yang mampu menaikkan produktivitas petani dalam skala luas.

“Kalau benihnya bagus dan hasilnya terbukti, kita akan dorong untuk dikembangkan secara nasional. Yang kita cari sekarang adalah inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas petani,” ujar Mentan Amran.

Target 5-6 ton per hektare itu ditempatkan sebagai ambang penting karena dapat menjadi pijakan baru bagi produksi kedelai nasional.

Bagi Kementan, kolaborasi dengan kampus dibutuhkan agar pencarian benih unggul tidak hanya berhenti di laboratorium, melainkan berlanjut ke model budidaya yang bisa dipakai petani.

BACA JUGA:  Mentan Amran Borong Inovasi ITS Rp10 Miliar, Benih Jagung untuk 13.000 Hektare Langsung Dipesan

“Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kampus harus menjadi pusat inovasi, TNI dan Polri membantu pendampingan di lapangan, sementara petani menjadi pelaku utama. Kalau semua bergerak bersama, saya optimistis swasembada kedelai bisa kita wujudkan,” tegasnya.

Unesa Siapkan Jawaban di Lahan Uji

Wakil Rektor IV Unesa Dwi Cahyo Kartiko mengatakan kampusnya siap menjawab tantangan itu dengan fokus utama pada penyediaan benih kedelai unggul.

Ia menyebut Kementan memasang target yang sangat jelas, yakni produktivitas 5-6 ton per hektare di lahan percontohan 56 hektare agar keberhasilannya bisa dijadikan model pengembangan nasional.

“Kami menyampaikan kepada Pak Menteri bahwa apabila benih unggul itu berhasil dikembangkan, kami siap mengawal implementasinya. Pak Menteri juga menyampaikan bahwa apabila produktivitas di lahan 56 hektare mampu mencapai 5 hingga 6 ton per hektare, maka keberhasilan tersebut dapat menjadi model pengembangan kedelai nasional,” ujar Dwi.

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menantang Universitas Negeri Surabaya atau Unesa menghasilkan benih kedelai unggul dengan produktivitas 5-6 ton per hektare saat menerima jajaran kampus itu di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Tantangan ini langsung dikaitkan dengan percepatan swasembada kedelai nasional di tengah upaya menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor.

Amran menegaskan pemerintah siap memfasilitasi hasil riset perguruan tinggi bila varietas yang dikembangkan benar-benar terbukti kuat di lapangan.

Fokus utamanya, menurut dia, bukan sekadar menemukan benih baru, tetapi menciptakan inovasi yang mampu menaikkan produktivitas petani dalam skala luas.

“Kalau benihnya bagus dan hasilnya terbukti, kita akan dorong untuk dikembangkan secara nasional. Yang kita cari sekarang adalah inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas petani,” ujar Mentan Amran.

Target 5-6 ton per hektare itu ditempatkan sebagai ambang penting karena dapat menjadi pijakan baru bagi produksi kedelai nasional.

Bagi Kementan, kolaborasi dengan kampus dibutuhkan agar pencarian benih unggul tidak hanya berhenti di laboratorium, melainkan berlanjut ke model budidaya yang bisa dipakai petani.

BACA JUGA:  Mentan Amran Berduka atas Wafatnya Rachmat Gobel, Kenang Sahabat dan Pertemuan Terakhir di Gorontalo

“Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kampus harus menjadi pusat inovasi, TNI dan Polri membantu pendampingan di lapangan, sementara petani menjadi pelaku utama. Kalau semua bergerak bersama, saya optimistis swasembada kedelai bisa kita wujudkan,” tegasnya.

Unesa Siapkan Jawaban di Lahan Uji

Wakil Rektor IV Unesa Dwi Cahyo Kartiko mengatakan kampusnya siap menjawab tantangan itu dengan fokus utama pada penyediaan benih kedelai unggul.

Ia menyebut Kementan memasang target yang sangat jelas, yakni produktivitas 5-6 ton per hektare di lahan percontohan 56 hektare agar keberhasilannya bisa dijadikan model pengembangan nasional.

“Kami menyampaikan kepada Pak Menteri bahwa apabila benih unggul itu berhasil dikembangkan, kami siap mengawal implementasinya. Pak Menteri juga menyampaikan bahwa apabila produktivitas di lahan 56 hektare mampu mencapai 5 hingga 6 ton per hektare, maka keberhasilan tersebut dapat menjadi model pengembangan kedelai nasional,” ujar Dwi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru