Selain menyiapkan implementasi lapangan, Unesa juga mengaku telah menyerahkan proposal penelitian untuk memperkuat riset ketahanan pangan.
Dwi mengatakan tim peneliti, terutama dari Fakultas Ketahanan Pangan, kini mengarahkan sumber daya akademik pada pencarian benih kedelai unggul yang paling sesuai dengan target produktivitas.
“Ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan besar bagi kami. Kami akan mencari benih yang terbaik agar mampu menghasilkan produktivitas sesuai target yang diberikan Pak Menteri,” katanya.
Dwi menargetkan proses pencarian dan penyiapan benih unggul itu dapat diselesaikan pada 2026 agar segera masuk tahap uji lapangan.
“Insya Allah tahun ini kami tuntaskan proses pencarian dan penyiapan benih unggul. Tantangan dari Pak Menteri akan kami jawab melalui riset dan inovasi yang nyata untuk mendukung swasembada kedelai Indonesia,” ujarnya.

