Mentan Amran Tantang Unesa Cari Benih Kedelai 5-6 Ton per Hektare, Lahan 600 Hektare Disiapkan

Unesa datang ke pertemuan itu dengan bekal pengalaman mendampingi program ketahanan pangan lain.

Dwi menjelaskan kampusnya sebelumnya ikut mengawal pengembangan jagung bersama Polda Jawa Timur selama tiga bulan, meski Fakultas Ketahanan Pangan Unesa baru berdiri pada 2025.

“Fakultas Ketahanan Pangan kami memang baru berdiri pada 2025, tetapi kami mampu mengawal program dengan sangat baik. Dari keberhasilan itu, kami kembali dipercaya untuk mendukung pengembangan komoditas pangan strategis,” katanya.

Tantangan Benih untuk 600 Hektare di Tuban

Menurut Dwi, kepercayaan itu kini berlanjut ke pengembangan kedelai melalui kemitraan dengan Yonif TP 932 Sunan Bonang Tuban yang sudah menyiapkan sekitar 600 hektare lahan.

Karena itu, titik paling krusial saat ini adalah menghadirkan benih yang benar-benar mampu mencapai target produktivitas yang diminta pemerintah.

“Yang menjadi tantangan bagi kami adalah penyediaan benih. Karena itu kami memohon arahan Pak Menteri agar kemitraan dengan Yonif 932/Sunan Bonang Tuban dapat berjalan optimal sehingga pengembangan kedelai di lahan tersebut berhasil,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dikritik Mahasiswa USU soal Kapitalisme, Mentan Amran Tantang Adu Data di Kuliah Umum

Selain menyiapkan implementasi lapangan, Unesa juga mengaku telah menyerahkan proposal penelitian untuk memperkuat riset ketahanan pangan.

Dwi mengatakan tim peneliti, terutama dari Fakultas Ketahanan Pangan, kini mengarahkan sumber daya akademik pada pencarian benih kedelai unggul yang paling sesuai dengan target produktivitas.

“Ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan besar bagi kami. Kami akan mencari benih yang terbaik agar mampu menghasilkan produktivitas sesuai target yang diberikan Pak Menteri,” katanya.

Dwi menargetkan proses pencarian dan penyiapan benih unggul itu dapat diselesaikan pada 2026 agar segera masuk tahap uji lapangan.

“Insya Allah tahun ini kami tuntaskan proses pencarian dan penyiapan benih unggul. Tantangan dari Pak Menteri akan kami jawab melalui riset dan inovasi yang nyata untuk mendukung swasembada kedelai Indonesia,” ujarnya.

Unesa datang ke pertemuan itu dengan bekal pengalaman mendampingi program ketahanan pangan lain.

Dwi menjelaskan kampusnya sebelumnya ikut mengawal pengembangan jagung bersama Polda Jawa Timur selama tiga bulan, meski Fakultas Ketahanan Pangan Unesa baru berdiri pada 2025.

“Fakultas Ketahanan Pangan kami memang baru berdiri pada 2025, tetapi kami mampu mengawal program dengan sangat baik. Dari keberhasilan itu, kami kembali dipercaya untuk mendukung pengembangan komoditas pangan strategis,” katanya.

Tantangan Benih untuk 600 Hektare di Tuban

Menurut Dwi, kepercayaan itu kini berlanjut ke pengembangan kedelai melalui kemitraan dengan Yonif TP 932 Sunan Bonang Tuban yang sudah menyiapkan sekitar 600 hektare lahan.

Karena itu, titik paling krusial saat ini adalah menghadirkan benih yang benar-benar mampu mencapai target produktivitas yang diminta pemerintah.

“Yang menjadi tantangan bagi kami adalah penyediaan benih. Karena itu kami memohon arahan Pak Menteri agar kemitraan dengan Yonif 932/Sunan Bonang Tuban dapat berjalan optimal sehingga pengembangan kedelai di lahan tersebut berhasil,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dikritik Mahasiswa USU soal Kapitalisme, Mentan Amran Tantang Adu Data di Kuliah Umum

Selain menyiapkan implementasi lapangan, Unesa juga mengaku telah menyerahkan proposal penelitian untuk memperkuat riset ketahanan pangan.

Dwi mengatakan tim peneliti, terutama dari Fakultas Ketahanan Pangan, kini mengarahkan sumber daya akademik pada pencarian benih kedelai unggul yang paling sesuai dengan target produktivitas.

“Ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan besar bagi kami. Kami akan mencari benih yang terbaik agar mampu menghasilkan produktivitas sesuai target yang diberikan Pak Menteri,” katanya.

Dwi menargetkan proses pencarian dan penyiapan benih unggul itu dapat diselesaikan pada 2026 agar segera masuk tahap uji lapangan.

“Insya Allah tahun ini kami tuntaskan proses pencarian dan penyiapan benih unggul. Tantangan dari Pak Menteri akan kami jawab melalui riset dan inovasi yang nyata untuk mendukung swasembada kedelai Indonesia,” ujarnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru