PINSAR Apresiasi Langkah Cepat Mentan Amran Stabilkan Harga Ayam dan Telur

“Kami tadi sudah berdiskusi dengan Pak Menteri Amran. Kami berterima kasih karena sekarang alhamdulillah harga ayam dan telur sudah naik. Ini tentu menjadi kabar baik bagi peternak,” kata Singgih.

Singgih berharap sinergi antara Kementerian Pertanian dan Badan Gizi Nasional (BGN) semakin kuat sehingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi pasar yang berkelanjutan bagi hasil produksi peternak rakyat.

“BGN kami harapkan menjadi offtaker. Dari dulu memang itu yang kami diskusikan. Walaupun penyerapannya sekitar 15 sampai 20 persen produksi, itu sangat membantu peternak. Selama ini kelebihan produksi ayam dan telur juga sekitar 15 persen. Dengan adanya penyerapan ini, seharusnya harga tidak lagi bergejolak,” katanya.

Singgih juga berharap koordinasi antar kementerian semakin solid agar seluruh kebijakan berjalan searah dan memberikan kepastian bagi peternak.

“Kami berharap pemerintah solid antara satu kementerian dengan kementerian lain. Ke depan harmonisasi antara Kementan, BGN, dan peternak harus semakin baik sehingga produksi ayam dan telur rakyat bisa terserap optimal,” ujarnya.

BACA JUGA:  Mentan Amran Dilantik Menjadi Ketua Mabisaka Taruna Bumi: Indonesia Bisa Jadi Pemimpin Pangan Dunia

Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi kepemimpinan Mentan Amran yang dinilai responsif dan berpihak kepada peternak rakyat.

“Pak Amran sudah bagus, tegas dan jujur. Kami harapkan sikap seperti ini terus dipertahankan, bahkan semakin tegas lagi,” ungkapnya.

Ke depan, Kementan akan terus mengawal implementasi berbagai kebijakan stabilisasi sektor perunggasan, mulai dari pengawasan harga di tingkat peternak, ketersediaan pakan, hingga penguatan penyerapan hasil produksi melalui program Makan Bergizi Gratis.

Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan pelaku usaha, diharapkan harga ayam dan telur semakin stabil, usaha peternak rakyat berkelanjutan, serta kebutuhan protein masyarakat tetap terpenuhi. (*)

“Kami tadi sudah berdiskusi dengan Pak Menteri Amran. Kami berterima kasih karena sekarang alhamdulillah harga ayam dan telur sudah naik. Ini tentu menjadi kabar baik bagi peternak,” kata Singgih.

Singgih berharap sinergi antara Kementerian Pertanian dan Badan Gizi Nasional (BGN) semakin kuat sehingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi pasar yang berkelanjutan bagi hasil produksi peternak rakyat.

“BGN kami harapkan menjadi offtaker. Dari dulu memang itu yang kami diskusikan. Walaupun penyerapannya sekitar 15 sampai 20 persen produksi, itu sangat membantu peternak. Selama ini kelebihan produksi ayam dan telur juga sekitar 15 persen. Dengan adanya penyerapan ini, seharusnya harga tidak lagi bergejolak,” katanya.

Singgih juga berharap koordinasi antar kementerian semakin solid agar seluruh kebijakan berjalan searah dan memberikan kepastian bagi peternak.

“Kami berharap pemerintah solid antara satu kementerian dengan kementerian lain. Ke depan harmonisasi antara Kementan, BGN, dan peternak harus semakin baik sehingga produksi ayam dan telur rakyat bisa terserap optimal,” ujarnya.

BACA JUGA:  Dikritik Mahasiswa USU soal Kapitalisme, Mentan Amran Tantang Adu Data di Kuliah Umum

Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi kepemimpinan Mentan Amran yang dinilai responsif dan berpihak kepada peternak rakyat.

“Pak Amran sudah bagus, tegas dan jujur. Kami harapkan sikap seperti ini terus dipertahankan, bahkan semakin tegas lagi,” ungkapnya.

Ke depan, Kementan akan terus mengawal implementasi berbagai kebijakan stabilisasi sektor perunggasan, mulai dari pengawasan harga di tingkat peternak, ketersediaan pakan, hingga penguatan penyerapan hasil produksi melalui program Makan Bergizi Gratis.

Dengan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan pelaku usaha, diharapkan harga ayam dan telur semakin stabil, usaha peternak rakyat berkelanjutan, serta kebutuhan protein masyarakat tetap terpenuhi. (*)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru