Reuters sebelumnya melaporkan empat sumber intelijen AS menyatakan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah Rusia membantu Iran melalui informasi penargetan maupun teknologi pesawat nirawak.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menolak menjelaskan secara rinci apakah Rusia pernah berbagi informasi intelijen kepada Iran.
Rubio menegaskan tidak ada bukti bahwa bantuan tersebut meningkatkan kemampuan Iran untuk menyerang personel Amerika Serikat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggelar pertemuan dengan para menteri luar negeri China dan Rusia di Kirgizstan di tengah meningkatnya spekulasi mengenai dukungan kedua negara terhadap Teheran.
Persaingan Kekuatan Besar Kian Menentukan Stabilitas Kawasan Asia Barat
Pernyataan Trump mencerminkan meningkatnya sensitivitas Amerika Serikat terhadap kemungkinan meluasnya konflik Iran menjadi persaingan langsung antarnegara besar.
Sejumlah analis hubungan internasional menilai keterlibatan terbuka China atau Rusia dalam memasok persenjataan kepada Iran berpotensi memperbesar eskalasi konflik dan memperumit stabilitas keamanan di Kawasan Asia Barat.
Hingga kini belum ada bukti resmi yang dipublikasikan pemerintah Amerika Serikat bahwa Beijing maupun Moskow mengirimkan senjata kepada Iran selama konflik berlangsung.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa jalur diplomasi antara negara-negara besar tetap menjadi faktor penting untuk mencegah konflik regional berubah menjadi krisis keamanan internasional yang lebih luas. (Ali)


