SulawesiPos.com – Pemerintah Indonesia resmi menerima lima artefak budaya asal Papua dari Amerika Serikat pada Kamis, 23 Juli 2026, sementara tiga artefak lain yang juga sudah diamankan masih diproses pemulangannya ke Tanah Air melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington, D.C.
Pemulangan itu diumumkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam konferensi pers Pemulangan Artefak Papua dari Amerika Serikat di kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Lima artefak yang telah diserahkan langsung kepada pemerintah Indonesia antara lain tengkorak manusia berukir, batu hijau berlubang dengan tali, objek batu berukir bertuliskan Dani Tribe, kepala kapak batu, dan beliung dari kawasan Danau Sentani.
Di sisi lain, tiga artefak lain yang diserahterimakan FBI kepada KBRI Washington pada Selasa, 21 Juli 2026, masih menunggu proses lanjutan untuk dibawa pulang ke Indonesia.
Tiga benda itu meliputi gada berkepala batu dengan gagang kayu berukir, tongkat kebesaran berukir, dan gada kayu dua bagian yang seluruhnya berlabel suku Asmat.
Repatriasi Artefak Jadi Prioritas Kementerian Kebudayaan
Fadli Zon mengatakan pemulangan artefak menjadi bagian dari program prioritas Kementerian Kebudayaan untuk melindungi warisan budaya Indonesia dari perdagangan ilegal di luar negeri.
“Kami berharap benda-benda cagar budaya tidak ada lagi yang diperdagangkan secara ilegal. Benda-benda tersebut harus menjadi kekayaan budaya yang kita pelihara, kecuali yang diberikan secara sah untuk museum, pertukaran legal, atau peminjaman untuk kebutuhan pameran. Kami menegaskan benda-benda cagar budaya tidak ada lagi yang ilegal keluar negeri,” tegas Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).
Ia menambahkan kerja sama dengan lembaga internasional, khususnya FBI, terus diperkuat untuk membantu pelacakan dan pengembalian benda cagar budaya Indonesia yang berada di luar negeri.
Selain artefak Papua, Kementerian Kebudayaan juga masih menjalankan upaya pemulangan sejumlah benda cagar budaya lain dari berbagai negara.
“Kami masih terus berusaha mengembalikan arca-arca di luar negeri. Selain itu, saat kedatangan PM India Narendra Modi, di depan Presiden menyampaikan adanya rencana pengembalian prasasti Pucangan yang berada di Museum India, Kolkata,” tuturnya.
Fadli juga menekankan perlunya penguatan kerja sama lintas kementerian dan lembaga agar pencegahan pencurian serta perdagangan ilegal benda cagar budaya bisa dilakukan lebih efektif.


