SulawesiPos.com – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan pemerintah telah memenuhi hampir 90 persen usulan yang disampaikan perwakilan petani dan pemerintah daerah dari sejumlah wilayah di Papua dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 200 perwakilan dari berbagai daerah di Tanah Papua, mulai dari Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, hingga Papua Barat Daya.
Dalam forum itu, para peserta, baik Gubernur, Bupati, kepala dinas, penyuluh, hingga petani menyampaikan berbagai kebutuhan dan aspirasi terkait pengembangan sektor pertanian.
Mentan Amran mengatakan pemerintah telah mendengar langsung berbagai permintaan yang diajukan, mulai dari pengembangan komoditas padi dan jagung hingga sektor perkebunan seperti kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, dan singkong.
“Semua aspirasi kami terima. Mulai dari padi, jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, hingga singkong akan kami programkan untuk saudara-saudara kita di Papua,” ujar Amran usai pertemuan.
Menurutnya, antusiasme masyarakat Papua terhadap pengembangan pertanian terus meningkat.
Hal itu terlihat dari banyaknya daerah yang meminta perluasan areal tanam setelah melihat hasil program pertanian yang telah berjalan.
Salah satu permintaan datang dari wilayah perbatasan Papua Selatan yang mengusulkan tambahan lahan pertanian seluas 30 hektare karena petani setempat mulai merasakan manfaat program yang telah dijalankan pemerintah.
Selain perluasan lahan, sejumlah daerah juga mengajukan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, pembangunan irigasi, hingga program cetak sawah baru untuk meningkatkan produksi pangan.
“Papua Selatan misalnya tidak hanya meminta pengembangan padi, tetapi juga jagung, traktor, irigasi, dan cetak sawah. Hampir 90 persen permintaan yang disampaikan hari ini sudah kami penuhi,” katanya.
Amran menegaskan pemerintah akan terus mengevaluasi perkembangan program di lapangan.
Apabila pelaksanaan dan hasil yang dicapai berjalan optimal, Kementerian Pertanian siap mengakomodasi seluruh kebutuhan yang diajukan daerah.
Ia juga memastikan jajaran Kementerian Pertanian telah diperintahkan untuk segera menindaklanjuti seluruh program yang telah disepakati bersama perwakilan Papua.
“Kami sudah meminta seluruh direktur jenderal agar segera melaksanakan dan memenuhi kebutuhan yang telah disampaikan. Jika progresnya berjalan 100 persen baik, maka seluruh permintaan akan kami dukung, termasuk untuk pengembangan kopi, kakao, dan komoditas lainnya,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan sektor pertanian di wilayah Papua sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan timur Indonesia.


