SulawesiPos.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan negaranya dapat meningkatkan operasi militer di Selat Hormuz apabila pembicaraan dengan Iran tidak menghasilkan kesepakatan.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (8/5/2026).
“Kita akan menempuh jalur berbeda jika semuanya tidak disepakati dan diselesaikan,” kata Trump.
Saat ditanya apakah Amerika Serikat akan kembali menjalankan operasi militer bertajuk Project Freedom, Trump mengatakan langkah tersebut belum menjadi pilihan utama, tetapi masih memungkinkan dilakukan.
“Saya rasa tidak,” ujarnya, sembari menegaskan opsi itu tetap terbuka.
Trump mengungkapkan Pakistan yang menjadi mediator pembicaraan AS-Iran meminta Washington tidak melanjutkan operasi militer di kawasan tersebut.
Meski demikian, ia menyebut Amerika Serikat bisa kembali menjalankan Project Freedom apabila situasi memburuk.
“Kita mungkin akan kembali ke Project Freedom jika semuanya tidak berjalan baik,” katanya.
Trump bahkan menyinggung kemungkinan memperluas operasi tersebut menjadi Project Freedom Plus, meski tidak menjelaskan detail tambahan operasi yang dimaksud.
Situasi di Timur Tengah memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk.
Ketegangan tersebut berdampak pada penutupan Selat Hormuz, jalur strategis distribusi energi global.
Pada 8 April, gencatan senjata mulai diberlakukan melalui mediasi Pakistan, namun perundingan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu.
Sejak 13 April, Angkatan Laut AS diketahui melakukan blokade terhadap lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.
Sebelumnya, Trump sempat mengumumkan penghentian sementara Project Freedom yang bertujuan menjaga kebebasan navigasi kapal komersial di kawasan tersebut.
Namun, ia menegaskan blokade Amerika Serikat terhadap Iran masih tetap berlangsung.

