Utang Pinjol Warga Indonesia Tembus Rp101,3 Triliun, Sandiaga Uno: Jangan Pernah Gali Lubang Tutup Lubang

SulawesiPos.com – Nilai outstanding pinjaman online (pinjol) masyarakat Indonesia terus meningkat. Per Maret 2026, total utang pinjol tercatat mencapai Rp101,3 triliun.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran meningkatnya masyarakat yang terjebak utang akibat tekanan ekonomi dan pola konsumsi yang tidak terkendali.

Menanggapi fenomena itu, Sandiaga Uno mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan layanan pinjaman online.

Menurut Sandiaga, kondisi ekonomi yang sulit dan tingginya kebutuhan hidup sering kali membuat masyarakat mengambil keputusan finansial secara terburu-buru.

Sandiaga menegaskan masyarakat tidak boleh menggunakan pinjaman baru untuk membayar utang lama karena hal tersebut justru memperburuk kondisi keuangan.

Ia menilai kebiasaan gali lubang tutup lubang hanya akan membuat bunga pinjaman semakin besar dan utang makin sulit dilunasi.

“Jangan pernah gali lubang tutup lubang. Jangan meminjam di aplikasi baru untuk membayar utang lama. Ini hanya akan melipatgandakan bunga dan membuat masalah semakin besar,” ujar Sandiaga melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (9/5/2026).

BACA JUGA: 
OJK: Outstanding Pinjol Tembus Rp101 Triliun hingga Maret 2026

Selain itu, ia menyarankan masyarakat mulai mendata seluruh kewajiban pinjaman, termasuk nominal utang, bunga, dan jatuh tempo pembayaran agar kondisi keuangan lebih terkontrol.

Di tengah tingginya tekanan ekonomi, Sandiaga juga mendorong masyarakat mencari sumber penghasilan tambahan melalui peluang usaha digital.

Salah satu yang disarankan adalah menjadi content creator dengan memanfaatkan telepon genggam dan media sosial.

“Tidak perlu alat mahal. Kalau hobi masak bikin konten resep, kalau suka otomotif bikin tips servis. Semakin banyak yang menonton dan terbantu, peluang pendapatan juga makin besar,” jelasnya.

Selain menjadi content creator, masyarakat juga didorong mencoba usaha sebagai affiliator maupun reseller karena dinilai tidak membutuhkan modal besar.

“Kalau kalian mau belajar dagang tapi bingung mau jualan apa, jadilah reseller. Cari produk yang udah pasti laku dan kualitasnya bagus,” katanya.

Risiko Gagal Bayar Pinjol Diingatkan

Sandiaga turut mengingatkan berbagai risiko yang dapat muncul jika masyarakat gagal membayar pinjaman online.

BACA JUGA: 
OJK: Outstanding Pinjol Tembus Rp101 Triliun hingga Maret 2026

Mulai dari denda yang terus membengkak, teror penagihan, ancaman, hingga penyebaran data pribadi.

Karena itu, ia meminta masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menjauhi praktik yang dapat memperburuk kondisi ekonomi keluarga, termasuk judi online.

SulawesiPos.com – Nilai outstanding pinjaman online (pinjol) masyarakat Indonesia terus meningkat. Per Maret 2026, total utang pinjol tercatat mencapai Rp101,3 triliun.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran meningkatnya masyarakat yang terjebak utang akibat tekanan ekonomi dan pola konsumsi yang tidak terkendali.

Menanggapi fenomena itu, Sandiaga Uno mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan layanan pinjaman online.

Menurut Sandiaga, kondisi ekonomi yang sulit dan tingginya kebutuhan hidup sering kali membuat masyarakat mengambil keputusan finansial secara terburu-buru.

Sandiaga menegaskan masyarakat tidak boleh menggunakan pinjaman baru untuk membayar utang lama karena hal tersebut justru memperburuk kondisi keuangan.

Ia menilai kebiasaan gali lubang tutup lubang hanya akan membuat bunga pinjaman semakin besar dan utang makin sulit dilunasi.

“Jangan pernah gali lubang tutup lubang. Jangan meminjam di aplikasi baru untuk membayar utang lama. Ini hanya akan melipatgandakan bunga dan membuat masalah semakin besar,” ujar Sandiaga melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (9/5/2026).

BACA JUGA: 
OJK: Outstanding Pinjol Tembus Rp101 Triliun hingga Maret 2026

Selain itu, ia menyarankan masyarakat mulai mendata seluruh kewajiban pinjaman, termasuk nominal utang, bunga, dan jatuh tempo pembayaran agar kondisi keuangan lebih terkontrol.

Di tengah tingginya tekanan ekonomi, Sandiaga juga mendorong masyarakat mencari sumber penghasilan tambahan melalui peluang usaha digital.

Salah satu yang disarankan adalah menjadi content creator dengan memanfaatkan telepon genggam dan media sosial.

“Tidak perlu alat mahal. Kalau hobi masak bikin konten resep, kalau suka otomotif bikin tips servis. Semakin banyak yang menonton dan terbantu, peluang pendapatan juga makin besar,” jelasnya.

Selain menjadi content creator, masyarakat juga didorong mencoba usaha sebagai affiliator maupun reseller karena dinilai tidak membutuhkan modal besar.

“Kalau kalian mau belajar dagang tapi bingung mau jualan apa, jadilah reseller. Cari produk yang udah pasti laku dan kualitasnya bagus,” katanya.

Risiko Gagal Bayar Pinjol Diingatkan

Sandiaga turut mengingatkan berbagai risiko yang dapat muncul jika masyarakat gagal membayar pinjaman online.

BACA JUGA: 
OJK: Outstanding Pinjol Tembus Rp101 Triliun hingga Maret 2026

Mulai dari denda yang terus membengkak, teror penagihan, ancaman, hingga penyebaran data pribadi.

Karena itu, ia meminta masyarakat lebih bijak dalam mengelola keuangan dan menjauhi praktik yang dapat memperburuk kondisi ekonomi keluarga, termasuk judi online.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru