Perkembangan Kasus Kecelakaan KRL vs Argo Bromo Anggrek: 24 Korban Masih Dirawat Intensif

SulawesiPos.com – PT Kereta Api Indonesia terus melakukan upaya perawatan intensif terhadap korban kecelakaan antara KRL dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

Hingga 2 Mei, tercatat 24 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, 76 korban lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.

“Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pelanggan (korban) dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang,” kata Anne.

Pasca insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April, KAI masih membuka posko informasi hingga 11 Mei mendatang.

Posko tersebut melayani berbagai kebutuhan korban dan keluarga, mulai dari layanan kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi, dan trauma healing

Selain itu, proses pengembalian barang korban juga terus dilakukan. Hingga kini, sebanyak 115 barang telah ditemukan, dengan 57 di antaranya sudah dikembalikan kepada pemilik. Sementara sisanya masih dalam tahap verifikasi.

BACA JUGA: 
Penertiban Lintasan Liar Diperketat, KAI Siap Tutup 1.800 Perlintasan Ilegal

“KAI mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang untuk dapat mengambilnya melalui Posko Bekasi Timur,” ujar Anne.

Operasional Stasiun Berangsur Normal

KAI memastikan operasional di Stasiun Bekasi Timur telah kembali berjalan normal sejak 28 April.

Berdasarkan data, jumlah pengguna KRL di stasiun tersebut mencapai 15.774 penumpang untuk gate in dan 20.575 untuk gate out, menandakan aktivitas masyarakat mulai pulih pascakecelakaan.

Selain fokus pada pemulihan korban, KAI juga memberikan perhatian terhadap keluarga yang terdampak, khususnya bagi korban meninggal dunia.

Bentuk dukungan yang diberikan antara lain jaminan pendidikan bagi anak korban, sebagai upaya menjaga keberlanjutan masa depan mereka.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.

“Kami tak hentinya menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini,” ungkapnya.

SulawesiPos.com – PT Kereta Api Indonesia terus melakukan upaya perawatan intensif terhadap korban kecelakaan antara KRL dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

Hingga 2 Mei, tercatat 24 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, 76 korban lainnya telah diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan komitmen perusahaan dalam memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.

“Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pelanggan (korban) dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang,” kata Anne.

Pasca insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April, KAI masih membuka posko informasi hingga 11 Mei mendatang.

Posko tersebut melayani berbagai kebutuhan korban dan keluarga, mulai dari layanan kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi, dan trauma healing

Selain itu, proses pengembalian barang korban juga terus dilakukan. Hingga kini, sebanyak 115 barang telah ditemukan, dengan 57 di antaranya sudah dikembalikan kepada pemilik. Sementara sisanya masih dalam tahap verifikasi.

BACA JUGA: 
Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek–KRL Bertambah Jadi 16 Orang, Satu Korban Meninggal di RSUD Bekasi

“KAI mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang untuk dapat mengambilnya melalui Posko Bekasi Timur,” ujar Anne.

Operasional Stasiun Berangsur Normal

KAI memastikan operasional di Stasiun Bekasi Timur telah kembali berjalan normal sejak 28 April.

Berdasarkan data, jumlah pengguna KRL di stasiun tersebut mencapai 15.774 penumpang untuk gate in dan 20.575 untuk gate out, menandakan aktivitas masyarakat mulai pulih pascakecelakaan.

Selain fokus pada pemulihan korban, KAI juga memberikan perhatian terhadap keluarga yang terdampak, khususnya bagi korban meninggal dunia.

Bentuk dukungan yang diberikan antara lain jaminan pendidikan bagi anak korban, sebagai upaya menjaga keberlanjutan masa depan mereka.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.

“Kami tak hentinya menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru