Polda Metro Jaya memeriksa sejumlah saksi dalam kasus kecelakaan kereta Bekasi Timur, termasuk mengungkap fakta bahwa sopir taksi yang terlibat baru bekerja dua hari.
KAI mempercepat pemulihan pascainsiden Bekasi Timur dengan fokus pada normalisasi operasional, peningkatan layanan, serta pendampingan korban secara menyeluruh.
KAI terus memastikan korban kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek dirawat hingga pulih, dengan 24 orang masih dirawat dan layanan trauma healing serta posko bantuan tetap dibuka.
Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko menilai kecelakaan kereta di Bekasi Timur sebagai kegagalan sistem, mendorong evaluasi total perlintasan sebidang dan penguatan keselamatan transportasi.
Korban meninggal kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL bertambah menjadi 16 orang. Satu korban meninggal dunia usai dirawat intensif di RSUD Bekasi.