SPHP 2026 Jangkau 80 Ribu Titik, Bulog Perluas Distribusi Beras Nasional

SulawesiPos.com – Pemerintah terus memperluas jangkauan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2026.

Tak tanggung-tanggung, distribusi beras tersebut kini menyasar sekitar 80 ribu titik di seluruh Indonesia, sebagai upaya memastikan masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dengan harga terjangkau.

“Penyaluran beras tersebut dilakukan langsung Bulog ke pasar rakyat sehingga harga tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat luas,” kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, Jumat (3/4/2026).

Penyaluran beras SPHP tahun ini juga tidak lagi dilakukan secara musiman, melainkan berlangsung sepanjang tahun tanpa jeda.

Skema ini dinilai lebih efektif dalam menjaga keseimbangan harga sekaligus memastikan stok tetap tersedia di berbagai daerah.

Dalam implementasinya, Bulog menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat jalur distribusi.

Pasar rakyat menjadi titik utama, namun penyaluran juga dilakukan melalui koperasi desa dan kelurahan, termasuk Koperasi Merah Putih.

Selain itu, distribusi turut menjangkau jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi milik daerah, koperasi instansi pemerintah, hingga outlet binaan pemerintah daerah.

BACA JUGA: 
Bulog: Realisasi Penyaluran Bantuan Pangan Capai 20 Persen

Bahkan, ritel modern dan swalayan juga dilibatkan agar akses masyarakat terhadap beras SPHP semakin luas.

Program ini juga diperkuat melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga lainnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Beras yang disalurkan merupakan beras medium dalam kemasan 5 kilogram, dengan opsi tambahan kemasan 2 kilogram untuk menjangkau kebutuhan rumah tangga yang lebih kecil.

Kualitasnya pun telah disesuaikan dengan standar pemerintah.

Secara keseluruhan, program SPHP 2026 menargetkan penyaluran sebanyak 828 ribu ton beras secara nasional.

“Dasar hukum penugasan kami sesuai dengan Perbadan (Peraturan Badan) Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026 dengan total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus kami salurkan,” pungkas Rizal.

SulawesiPos.com – Pemerintah terus memperluas jangkauan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2026.

Tak tanggung-tanggung, distribusi beras tersebut kini menyasar sekitar 80 ribu titik di seluruh Indonesia, sebagai upaya memastikan masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dengan harga terjangkau.

“Penyaluran beras tersebut dilakukan langsung Bulog ke pasar rakyat sehingga harga tetap terkendali dan terjangkau bagi masyarakat luas,” kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, Jumat (3/4/2026).

Penyaluran beras SPHP tahun ini juga tidak lagi dilakukan secara musiman, melainkan berlangsung sepanjang tahun tanpa jeda.

Skema ini dinilai lebih efektif dalam menjaga keseimbangan harga sekaligus memastikan stok tetap tersedia di berbagai daerah.

Dalam implementasinya, Bulog menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat jalur distribusi.

Pasar rakyat menjadi titik utama, namun penyaluran juga dilakukan melalui koperasi desa dan kelurahan, termasuk Koperasi Merah Putih.

Selain itu, distribusi turut menjangkau jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi milik daerah, koperasi instansi pemerintah, hingga outlet binaan pemerintah daerah.

BACA JUGA: 
Mentan Amran Terima Kasih ke Dirut Bulog: Anda Berada di Jalan yang Benar

Bahkan, ritel modern dan swalayan juga dilibatkan agar akses masyarakat terhadap beras SPHP semakin luas.

Program ini juga diperkuat melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan kementerian, pemerintah daerah, dan berbagai lembaga lainnya.

Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Beras yang disalurkan merupakan beras medium dalam kemasan 5 kilogram, dengan opsi tambahan kemasan 2 kilogram untuk menjangkau kebutuhan rumah tangga yang lebih kecil.

Kualitasnya pun telah disesuaikan dengan standar pemerintah.

Secara keseluruhan, program SPHP 2026 menargetkan penyaluran sebanyak 828 ribu ton beras secara nasional.

“Dasar hukum penugasan kami sesuai dengan Perbadan (Peraturan Badan) Pangan Nasional Nomor 204 tanggal 11 Februari 2026 dengan total SPHP tahun ini 828 ribu ton yang harus kami salurkan,” pungkas Rizal.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru