Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi: Taksi Mogok Picu Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo

SulawesiPos.com – Insiden kecelakaan kereta api terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.53 WIB.

Peristiwa ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute Bekasi-Jakarta.

Kronologi kejadian bermula ketika sebuah taksi listrik dilaporkan mogok di tengah lintasan rel.

Situasi tersebut menyebabkan KRL yang melintas harus menghentikan laju di sekitar lokasi, yaitu di Stasiun Bekasi Timur.

Nahas, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas, kemudian menabrak KRL yang sedang berhenti itu.

Benturan keras tidak terhindarkan dan menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong bagian belakang KRL, termasuk gerbong khusus perempuan.

Dampak tabrakan cukup serius. Sejumlah penumpang dilaporkan terjebak di dalam gerbong yang ringsek, bahkan beberapa di antaranya tidak sadarkan diri saat proses evakuasi berlangsung.

Akses keluar yang sempit dan tertutup bangku memperlambat upaya penyelamatan.

Data terbaru menyebutkan, sebanyak 14 orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut, sementara 81 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

BACA JUGA: 
Update Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur: 4 Tewas, Puluhan Luka, 240 Penumpang Selamat

Pihak PT Kereta Api Indonesia memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, Selasa pagi (28/4/2026), menyatakan bahwa biaya pengobatan korban luka serta pemakaman korban meninggal akan ditanggung sepenuhnya oleh KAI bersama pihak asuransi.

Penanganan korban dilakukan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

“Tim medis, Basarnas, serta tim KAI terus berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik kepada seluruh korban,” tegas Anne.

SulawesiPos.com – Insiden kecelakaan kereta api terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin malam (27/4/2026) sekitar pukul 20.53 WIB.

Peristiwa ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute Bekasi-Jakarta.

Kronologi kejadian bermula ketika sebuah taksi listrik dilaporkan mogok di tengah lintasan rel.

Situasi tersebut menyebabkan KRL yang melintas harus menghentikan laju di sekitar lokasi, yaitu di Stasiun Bekasi Timur.

Nahas, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas, kemudian menabrak KRL yang sedang berhenti itu.

Benturan keras tidak terhindarkan dan menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong bagian belakang KRL, termasuk gerbong khusus perempuan.

Dampak tabrakan cukup serius. Sejumlah penumpang dilaporkan terjebak di dalam gerbong yang ringsek, bahkan beberapa di antaranya tidak sadarkan diri saat proses evakuasi berlangsung.

Akses keluar yang sempit dan tertutup bangku memperlambat upaya penyelamatan.

Data terbaru menyebutkan, sebanyak 14 orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut, sementara 81 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

BACA JUGA: 
Update Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi: 14 Orang Tewas dan 84 Luka

Pihak PT Kereta Api Indonesia memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, Selasa pagi (28/4/2026), menyatakan bahwa biaya pengobatan korban luka serta pemakaman korban meninggal akan ditanggung sepenuhnya oleh KAI bersama pihak asuransi.

Penanganan korban dilakukan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

“Tim medis, Basarnas, serta tim KAI terus berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan terbaik kepada seluruh korban,” tegas Anne.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru