Dukungan Publik Menguat, Stok Beras Nasional Diapresiasi

SulawesiPos.com – Pengamat komunikasi publik, Hendri Satrio, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan beras nasional.

Ia menegaskan tidak pernah meragukan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya komoditas beras yang menjadi kebutuhan pokok.

“Saya tidak pernah meragukan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan beras rakyat. Terima kasih karena pemerintah sudah menyediakan beras untuk masyarakat,” ujar Hendri di Kabupaten Karawang, Kamis (23/4/2026)

Ia juga mengapresiasi capaian stok beras nasional yang kini disebut mencapai 5 Juta ton, yang dinilai sebagai salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah berbagai tantangan global.

“Stok yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Hendri menekankan bahwa beras merupakan kebutuhan mendasar yang harus selalu tersedia. Karena itu, upaya peningkatan produksi menjadi hal mutlak, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA: 
Temui Wamentan Sudaryono, Australia Jajaki Impor Pupuk dari Indonesia

Meski demikian, ia menyoroti adanya fenomena pembatasan pembelian beras di sejumlah ritel modern. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

“Kata pembatasan itu yang membuat rakyat meragukan apakah stok beras kita cukup,” katanya.

Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai kebijakan pembatasan tersebut, sehingga kepercayaan publik terhadap kondisi stok beras nasional tetap terjaga.

Dengan komunikasi yang transparan dan konsisten, Hendri meyakini optimisme publik terhadap ketahanan pangan nasional akan semakin kuat, sekaligus mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.

“Saya optimis beras kita cukup dan mampu meningkatkan produksi secara berkelanjutan,” jelasnya.

SulawesiPos.com – Pengamat komunikasi publik, Hendri Satrio, menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan beras nasional.

Ia menegaskan tidak pernah meragukan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya komoditas beras yang menjadi kebutuhan pokok.

“Saya tidak pernah meragukan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan beras rakyat. Terima kasih karena pemerintah sudah menyediakan beras untuk masyarakat,” ujar Hendri di Kabupaten Karawang, Kamis (23/4/2026)

Ia juga mengapresiasi capaian stok beras nasional yang kini disebut mencapai 5 Juta ton, yang dinilai sebagai salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah berbagai tantangan global.

“Stok yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Hendri menekankan bahwa beras merupakan kebutuhan mendasar yang harus selalu tersedia. Karena itu, upaya peningkatan produksi menjadi hal mutlak, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA: 
Mentan Amran: Swasembada Pangan Jadi Kinerja Terbaik Kabinet Merah Putih, Berkat Gagasan Presiden dan Petani

Meski demikian, ia menyoroti adanya fenomena pembatasan pembelian beras di sejumlah ritel modern. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

“Kata pembatasan itu yang membuat rakyat meragukan apakah stok beras kita cukup,” katanya.

Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai kebijakan pembatasan tersebut, sehingga kepercayaan publik terhadap kondisi stok beras nasional tetap terjaga.

Dengan komunikasi yang transparan dan konsisten, Hendri meyakini optimisme publik terhadap ketahanan pangan nasional akan semakin kuat, sekaligus mendukung langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.

“Saya optimis beras kita cukup dan mampu meningkatkan produksi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru