Beberapa kepala negara yang ditemuinya bahkan meminta Indonesia untuk memasok kebutuhan minyak sawit mentah (CPO) bagi negaranya.
“Saya ke beberapa negara di dunia, keliling, hampir semua pemimpin negara minta ke saya, kami mohon Indonesia minta tolong suplai kelapa sawit, CPO,” ujarnya.
Menurut Prabowo, olahan minyak kelapa sawit dapat digunakan untuk berbagai produk, mulai dari pangan, sabun, hingga solar.
Dengan memperluas lahan dan produksi sawit, Indonesia bisa mandiri dalam memproduksi bio solar sehingga mengurangi ketergantungan impor energi.
“Jadi nanti kita bikin bio solar, akan buat kita bebas dari ketergantungan luar, yang mau pakai bensin terus silakan, orang kaya bayar saja, enggak apa-apa harga dunia, tapi rakyat kita bisa hidup dengan solar. Jadi dari kelapa sawit, kita bisa punya derivatif,” jelasnya.
Indonesia Produsen Terbesar Sawit dengan Posisi Tawar Global
Mengutip laman Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (GAPKI), Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia.
Indonesia diperkirakan tetap mencatat pertumbuhan produksi moderat pada 2025–2026, dengan peningkatan terutama berasal dari perbaikan produktivitas dan maturasi tanaman, bukan ekspansi lahan baru.
Mandat biodiesel B40–B50 menjadi penggerak utama permintaan domestik, menyerap jutaan ton CPO, sekaligus menopang harga dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor energi.

