Diketahui, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman April 2026 turun US$2 atau 2,9% menjadi US$67,28 per barel pada pagi ini.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Maret 2026 juga merosot US$2 atau 3,1% ke US$63,17 per barel.
“Mengacu fluktuasi harga minyak mentah internasional. Jika harga minyak dunia naik atau turun maka akan berpengaruh pada harga jual BBM nonsubsidi,” kata Roberth, Senin (2/2/2026).
Roberth menambahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi harga BBM, karena transaksi pembelian atau impor minyak menggunakan dolar AS.
Kondisi geopolitik dan situasi global juga menjadi faktor, termasuk konflik di negara produsen minyak, sanksi ekonomi, hingga gangguan jalur distribusi minyak.
“Bisa menjadi faktor yang memengaruhi,” ujarnya.
Selain itu, fluktuasi harga produk BBM di pasar internasional, seperti Mean of Platts Singapore (MOPS), langsung berdampak pada harga BBM non-subsidi di Indonesia.
Biaya produksi dan distribusi juga memengaruhi perbedaan harga di tiap wilayah, sementara besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda antar daerah menentukan harga akhir BBM.
Roberth menambahkan, mekanisme pasar, strategi bisnis, dan kebijakan badan usaha juga ikut berperan dalam penyesuaian harga BBM.

