Noel mengaku tidak mengetahui kepanjangan “K3” maupun aliran dana dalam kasus tersebut. “Boro-boro terima (uang), tahu juga kagak,” tegasnya.
Menurut Noel, sejak dilantik menjadi Wamenaker pada Oktober 2024, tugas utamanya adalah menyelesaikan sejumlah masalah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto, termasuk urusan Sritex.
“Saya saja baru menjabat itu Oktober. Setelah Oktober, perintah Presiden ngurusin Sritex. Enggak ngerti urusan gini-ginian. Istilah singkatan dari K3 saja saya enggak ngerti,” jelasnya.
Ia menegaskan dugaan pemerasan muncul karena inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukannya selama menjabat.
“Karena, kalian tahu kan bahwa kasus saya ini jelas mengganggu yang namanya pengusaha dan juga sebagian elite. Jadi, ya sidak-sidak yang selama ini saya lakukan ya dinarasikan bahwa saya memeras pengusaha,” tutur Noel.
Dengan pengakuannya tersebut, Noel tetap menegaskan sikapnya tidak bersalah dan menolak semua tuduhan yang mengarah pada dirinya dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3.

