Usai divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus korupsi Kemenaker, Noel Ebenezer mengingatkan Presiden Prabowo mengenai potensi gejolak sosial-politik pada pertengahan 2026 yang dipicu kondisi ekonomi.
Immanuel Ebenezer (Noel) menyebut penangkapan Dadan Hindayana dan Silmy Karim bukan akhir kasus korupsi, melainkan awal dari gelombang penindakan yang berpotensi melibatkan lebih banyak pejabat.
Noel mengakui kesalahan dan menyampaikan penyesalan dalam pleidoi kasus dugaan korupsi sertifikasi K3. Ia meminta hakim mempertimbangkan sisi kemanusiaan dalam perkara yang menjeratnya.
Noel mengaku kecewa atas tuntutan lima tahun penjara dalam kasus yang menjeratnya. Ia bahkan menyatakan lebih memilih hukuman mati jika dijadikan simbol pemberantasan korupsi.
Terdakwa kasus pemerasan sertifikasi K3, Immanuel Ebenezer, mengklaim memiliki informasi akurat bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berpotensi berurusan dengan KPK.
KPK memastikan akan menelusuri dugaan aliran dana suap sertifikasi K3 di Kemnaker setelah nama mantan Menaker Ida Fauziyah disebut dalam persidangan kasus Noel Ebenezer.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan klaim Noel soal Menkeu Purbaya yang akan “di-Noel-kan” bukan fakta persidangan. KPK menekankan fokus penanganan kasus korupsi berdasarkan laporan dan aduan masyarakat, tanpa menargetkan siapapun.
Noel menyebut partai politik berinisial K dan ormas nonagama terlibat kasus pemerasan sertifikat K3. Ia juga menyebut OTT KPK sebagai operasi tipu-tipu.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu bakal “di-Noel-kan” seperti yang disampaikan Immanuel Ebenezer. Ia menegaskan tidak pernah menerima uang dan menilai jerat hukum hanya muncul jika ada pelanggaran.
Jelang sidang lanjutan di Tipikor Jakarta, Immanuel Ebenezer alias Noel memperingatkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa soal potensi kriminalisasi. Noel mengklaim memiliki informasi “A1” terkait modus yang disebut mirip dengan kasus yang menjerat dirinya.