SulawesiPos.com – Kartu bergambar kapal pinisi, kawasan adat Kajang Ammatoa, hingga Pantai Ujung Bira dimanfaatkan sebagai media untuk mempelajari ilmu nahwu atau sintaksis bahasa Arab di Pondok Pesantren Villa Tahfizh Himmatul Quran Malino, Sabtu (24/10/2026).
Inovasi yang dikembangkan Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin (Unhas) ini menghubungkan pembelajaran kaidah bahasa dengan pengenalan pariwisata dan budaya Sulawesi Selatan.
Media bernama KAREBA TA atau Kartu Kreasi Bahasa dan Pariwisata tersebut diperkenalkan melalui pelatihan bagi para guru pondok pesantren.
Pendekatan visual dan konteks lokal diharapkan membantu pendidik menyampaikan materi nahwu secara lebih interaktif sekaligus memudahkan santri memahami struktur kalimat bahasa Arab.
Sekretaris Departemen Sastra Asia Barat FIB Unhas, Haeriyyah, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan pelatihan itu merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi memperkuat kolaborasi dengan pesantren dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Arab yang inovatif dan berkelanjutan.
“Untuk itu kami dari Program Studi Sastra Arab mencoba sharing melalui pelatihan pemanfaatan Kareba Ta sebagai media pembelajaran sintaksis bahasa Arab sebagai bentuk inovasi pembelajaran, yang diharapkan mampu meningkatkan kreativitas pendidik dan memudahkan santri dalam memahami struktur kalimat bahasa Arab,” tuturnya.
Menghubungkan Kaidah Bahasa dengan Budaya Lokal
KAREBA TA dirancang untuk membantu guru menjelaskan materi sintaksis bahasa Arab melalui kartu yang memuat kosakata dan gambar objek yang dekat dengan konteks lokal.
Materinya antara lain mencakup إِثْنَانِ atau “dua”, صَبَاحًا atau “pada pagi hari”, serta سَفِينَة atau “kapal”.
Kosakata tersebut dipadukan dengan visual kapal pinisi, kawasan adat Kajang Ammatoa di Bulukumba, dan Pantai Ujung Bira.
Selain hanya berfokus pada kaidah gramatikal, pembelajaran bahasa juga membuka ruang pengenalan kekayaan budaya dan pariwisata Sulawesi Selatan.
Selain menggunakan gambar, media ini menerapkan perspektif linguistik modern untuk membantu peserta memahami pengelompokan kata serta membandingkan kategori gramatikal bahasa Arab dengan bahasa lain.
Pemateri pelatihan, Fitriani, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa KAREBA TA dikembangkan sebagai alternatif untuk menyampaikan materi nahwu yang selama ini kerap dipersepsikan sulit.
“Pembelajaran Nahwu sering dianggap sulit dan kaku. Melalui KAREBA TA, kami ingin guru bisa mengajarkan Sintaksis dengan lebih interaktif, menyenangkan, dan sekaligus mempromosikan pariwisata daerah,” ujar Fitriani.
Pelatihan pengabdian kepada masyarakat tersebut menyasar guru-guru pesantren agar memiliki pilihan media ajar yang lebih kontekstual. Pimpinan Pondok Pesantren Villa Tahfizh Himmatul Quran Malino, Hadianto, S.H., M.Si., menyambut baik kegiatan itu dan berharap pengetahuan yang diperoleh para guru dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab bagi santri tahfizh.
Sastra Asia Barat Siapkan Program 2027
Sehari setelah pelatihan, Departemen Sastra Asia Barat FIB Unhas melanjutkan agenda dengan menggelar rapat kerja di Villa Mawar, Malino, Minggu (25/10/2026).
Dalam rapat tersebut, departemen membahas sejumlah program unggulan untuk 2027, termasuk penyelenggaraan Perkampungan Arab dan seminar internasional bertema “Masa Depan Negara Asia Barat di Tengah Perang Iran vs Amerika–Israel”.
Perkampungan Arab direncanakan menjadi bagian dari upaya penguatan pembelajaran bahasa, sedangkan seminar internasional diarahkan untuk memperluas kajian mengenai dinamika kawasan Asia Barat.
Rangkaian kegiatan tersebut menghubungkan pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab, kemitraan dengan pesantren, serta penguatan kajian kawasan di lingkungan Departemen Sastra Asia Barat FIB Unhas.


