SulawesiPos.com – Sebanyak 17 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar berhasil membawa pulang 17 medali dalam ajang International Applied Chemistry Olympiad (IAChO) yang digelar di Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Dari 17 siswa yang diutus, tiga di antaranya berhasil meraih medali perak.
Mereka yakni Muhammad Abyan Dzaki H, A Furqan Qushai Ihwan, dan Andi Muhammad Rizky Al Hadi.
Sementara 14 siswa lainnya berhasil meraih medali perunggu pada kelas kompetisi yang berbeda.
“Kami mengutus 17 orang dan alhamdulillah ke-17 orang itu semua meraih medali. Cuma tahun ini kami belum sempat mempersembahkan emas. Semuanya silver dan dan bronze,” ujar Humas MAN 2 Makassar, Hasan Basri kepada SulawesiPos.com, Selasa (29/9/2026).
Hasan mengatakan, seluruh siswa yang mengikuti kompetisi tersebut berasal dari kelas XI dan XII.
Mereka kemudian bersaing dengan peserta dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Thailand, India, Singapura dan Laos.
“Untuk ajang lomba bidang studi seperti kimia, biologi, fisika, dan matematika, itu hampir setiap tahun kami memang mengikuti,” ucap Hasan.
Hasan menilai pengalaman mengikuti kompetisi internasional menjadi salah satu faktor yang membuat para siswa MAN 2 Makassar cukup terbiasa menghadapi persaingan dengan peserta dari negara lain.
“Alhamdulillah anak-anak bisa bersainglah dengan mereka. Dan memang saya perhatikan anak-anak kami itu sudah terbiasa dengan event-event internasional begini, sudah terbiasa. Kami sering ikut di Bangkok, di Thailand. Bahkan ada siswa kami dulu yang sampai ke Jepang, lomba matematika internasional,” ceritanya.
Siswa Dapat Bimbingan Khusus
Prestasi tersebut tidak lepas dari pembinaan yang dilakukan MAN 2 Makassar.
Selain mengikuti pembelajaran reguler, para siswa mendapatkan bimbingan khusus untuk sejumlah bidang studi yang dilombakan.
Hasan mengatakan pembimbingan dilakukan setiap Sabtu untuk bidang kimia, fisika, biologi dan matematika.
“Kita ada juga pembimbingan setiap hari Sabtu. Ada pembimbingan kimia, bidang studi kimia, ada fisika, biologi dan matematika,” ujar Hasan.
MAN 2 Makassar juga memiliki sejumlah klub bidang studi yang menjadi wadah pembinaan siswa.
Namun, siswa yang akan diikutkan dalam kompetisi tetap harus melalui proses seleksi di tingkat sekolah.
“Kami di sini kan ada memang klub, klub biologi, klub kimia, fisika. Jadi anak-anak kita, pasti kita, ya, meskipun sebenarnya kita juga adakan seleksi, seleksi tingkat satuan pendidikan, tingkat sekolah,” kata dia.
Dalam proses pembinaan, MAN 2 Makassar juga melibatkan alumni yang pernah meraih prestasi di ajang olimpiade.
Para alumni tersebut diundang untuk membantu membimbing siswa yang tengah mempersiapkan diri mengikuti kompetisi.
Sekolah juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi berskala internasional.
Persiapan Secara Intensif
Persiapan menghadapi lomba dilakukan secara intensif.
Menjelang kompetisi, siswa yang akan bertanding dipisahkan dari kelas reguler agar dapat fokus menjalani program pembinaan.
“Biasanya hampir bahkan sampai 1 bulan, 1 bulan kami siapkan,” ujar Hasan.
Selama masa persiapan tersebut, siswa menjalani pembelajaran setiap hari.
Mereka bahkan menjalani karantina selama beberapa hari menjelang perlombaan.
Setelah membawa pulang 17 medali dari IAChO, siswa MAN 2 Makassar kini kembali mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya, yakni Olimpiade Madrasah Indonesia.
“Insyaallah sekarang sudah masuk tingkat provinsi yang akan diadakan nanti di Makassar,” tutur Hasan.
Kepala MAN 2 Kota Makassar, Darmawati, langsung memberikan apresiasi terbuka atas pencapaian luar biasa anak didiknya di lapangan.
Ia mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang yang telah berjuang keras dan mengharumkan nama institusi pendidikan tersebut.
“Selamat kepada seluruh peraih medali atas prestasi gemilang di IAChO 2026,” tegas Darmawati.


