SulawesiPos.com – Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Manunggal 31, Kelurahan Maccinisombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Selasa (8/9/2026) pagi. Api membakar empat rumah yang dihuni lima kepala keluarga (KK).
Pemilik rumah yang menjadi sumber kebakaran, Fitri (nama samaran), mengatakan api pertama kali diketahui setelah aktivitas pekerjaan rumah tangga selesai sekitar pukul 06.30 Wita. Saat itu, anak keduanya hendak berangkat kerja.
“Itu kan 6.30 sudah selesai pekerjaan rumah, terus saya punya anak yang kedua itu sudah mau berangkat kerja, setelah dia keluar dari pagar, pagar rumah di sini, listrik latto (saklar meteran listrik turun), jadi saya naik di atas kebetulan rumah tingkat,” ujarnya kepada SulawesiPos.com, Selasa.
Fitri kemudian naik ke lantai atas untuk memeriksa kondisi listrik. Ia meminta orang tuanya untuk tidak kembali menaikkan saklar meteran sebelum mengetahui penyebab listrik turun.
“Jadi saya naik di atas, saya suruh orang tua jangan kasih naik (saklar meteran listrik), saya mau periksa, pas saya naik itu api dari plafon rumah (lantai 1),” kata dia.
Menurut Fitri, api kemudian merambat dari plafon menuju kamar anak keduanya. Api dengan cepat membakar kasur busa yang berada di tengah kamar.
“Jadi dari plafon rumah naik ke kamarnya anakku yang kedua, pas di tengah kasur, kebetulan kasurnya anakku itu kasur busa, jadi cepat,” jelasnya.
Melihat api membesar, Fitri sempat berupaya memadamkannya menggunakan selimut yang terlebih dahulu direndam ke dalam air.
“Tapi setelah itu kan saya masih ada inisiatif untuk ambil selimut, saya rendam di air saya taruh itu,” ucap Fitri.
Namun, upaya tersebut tidak mampu menghentikan kobaran api. Rumah yang sebagian berbahan kayu membuat api semakin cepat melebar. Fitri kemudian memilih menyelamatkan tabung gas untuk mencegah risiko ledakan.
“Ini kan rumah papan, jadi terbakar juga di situ, jadi melebar, akhirnya saya turun, saya ambil lagi syaa punya gas, saya copot saya kasih keluar, takutnya nanti meledak,” katanya.
Ayah Fitri Terluka Saat Membantu Evakuasi
Di belakang rumah tersebut terdapat bangunan kos-kosan. Saat api mulai menyebar, Fitri juga berupaya memutus aliran listrik di bangunan tersebut untuk mencegah kebakaran meluas.
“Saya keluar, saya matikan mi ini lampu listriknya anak kos untuk mencegah terjadinya lagi (penyebaran api),” bebernya.
Dalam proses penyelamatan tersebut, ayah Fitri mengalami luka ringan di bagian punggung. Punggungnya melepuh setelah terkena papan rumah yang terbakar dan jatuh ketika berusaha membantu Fitri mengeluarkan tabung gas.
“Orang tua saya kan melepuh saat dia menolong saya pada saat saya ambil tabung gas, dia tahan karena itu papan sudah jatuh di dekatku,” cerita dia.
Ayah Fitri telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas akibat luka tersebut.
Fitri menduga kebakaran kemungkinan dipicu korsleting listrik. Ia menyebut instalasi kabel di rumahnya sudah lama dan menggunakan kabel lama berwarna hitam dan merah.
“Ya (mungkin korslet) karena kabelnya itu kabel lama, yang masih hitam merah itu,” ungkap Fitri.
Meski demikian, Fitri mengatakan tidak mencium bau kabel terbakar sebelum api muncul. Api justru langsung terlihat merambat ke bagian kasur.
“Tapi tidak ada bau kabel, hangus, ini tidak, langsung api naik ke kasur saya punya anak,” ucapnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, informasi kebakaran diterima pada pukul 06.34 Wita. Petugas tiba di lokasi pada pukul 06.46 WITA.
Sebanyak 15 unit armada pemadam dan satu unit rescue dikerahkan ke lokasi dengan melibatkan 40 personel pemadaman dan 10 personel rescue.
“15 unit pemadaman 1 unit rescue,” tulis Kabag Opsu Damkarmat Makassar, Andi Cakrawala dalam keterangannya.
Objek yang terbakar tercatat sebanyak empat rumah dengan luas objek kejadian sekitar 30 x 40 meter. Api berhasil dikuasai pada pukul 07.26 Wita, sementara armada dan personel meninggalkan lokasi sekitar pukul 07.50 WITA.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kebakaran tercatat berdampak pada lima KK, dengan rumah-rumah yang sebagian berbahan kayu sehingga api dapat menyebar dengan cepat.

