Tidak sampai disitu, Pemerintah juga mengintervensi sumber-sumber air yang masih tersedia di tengah masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Kami bantu untuk secepatnya memberikan mesin baru karena cuma satu mesin jalan 24 jam untuk cover dua RW. Ini kami coba cepat untuk mengintervensi hal-hal yang seperti ini,” katanya.

Appi menegaskan, pemerintah akan terus memaksimalkan berbagai sumber air yang masih tersedia agar distribusinya dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Di mana ada sumber-sumber air yang maksimal, langsung kita intervensi supaya kebutuhan air ini bisa terdistribusi dengan baik,” pungkasnya.
Sementara menurut salah satu warga Makassar, H. Yusdih Gani, yang juga Sekretaris Masjid Nurul Ilmi, Kelurahan Bonto Makkio, Kecamatan Rappocini, mengatakan fenomena El Nino di tahun ini sangat berdampak pada banyak aspek hidup warga, khususnya warga Makassar. Jika di wilayah perdesaan, terjadi gagal panen, penurunan produksi padi, maka di perkotaan terjadi krisis air bersih dan pemadaman listrik karena debit air di PLTA makin berkurang.
“Dengan salat Istisqa, kami mengharapkan ridha Allah untuk menurunkan air hujan dan kemarau panjang ini segera selesai,” pungkas Yusdih.
(*)

