BBPOM Makassar Latih 138 Petugas SPPG Cegah Pangan Berbahaya dalam Program MBG

Program tersebut juga dinilai memiliki dampak lebih luas karena berpotensi menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Karena itu, pengawasan terhadap pangan harus dilakukan pada setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pemorsian, hingga distribusi.

Yosef mengatakan penguatan kapasitas petugas SPPG tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Kepala BPOM RI untuk mendukung program prioritas Presiden dan Wakil Presiden, termasuk MBG.

Penggunaan rapid test kit di tingkat SPPG menjadi salah satu langkah deteksi dini untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya bahan kimia berbahaya dalam pangan yang akan digunakan untuk program tersebut.

BACA JUGA:  BBPOM Temukan 40 Makanan Kedaluwarsa di Makassar dan Gowa

Program tersebut juga dinilai memiliki dampak lebih luas karena berpotensi menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Karena itu, pengawasan terhadap pangan harus dilakukan pada setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pemorsian, hingga distribusi.

Yosef mengatakan penguatan kapasitas petugas SPPG tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Kepala BPOM RI untuk mendukung program prioritas Presiden dan Wakil Presiden, termasuk MBG.

Penggunaan rapid test kit di tingkat SPPG menjadi salah satu langkah deteksi dini untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya bahan kimia berbahaya dalam pangan yang akan digunakan untuk program tersebut.

BACA JUGA:  Dua Tersangka Kasus Obat dan Makanan di Makassar Dilimpahkan ke Jaksa, Terancam 12 Tahun Penjara

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru