Jalan Datu Museng, Kisah Pejuang dan Cinta Tragis “Romeo-Juliet” Makassar

Akhir Kisah Datu Museng dan Maipa Deapati

Bagian paling terkenal dari kisah ini adalah akhir perjalanan Datu Museng dan Maipa Deapati.

Dalam cerita yang berkembang, Maipa Deapati menghadapi situasi ketika dirinya terancam jatuh ke tangan pihak lawan.

Ia kemudian memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri melalui tangan orang yang paling dicintainya.

Film Datu Museng dan Maipa yang tayang pada 2018

Datu Museng disebut memenuhi permintaan tersebut dan berjanji akan menyusul setelah menyelesaikan pertempuran.

Setelah Maipa Deapati meninggal, Datu Museng kembali menghadapi pasukan lawan. Menjelang Magrib, ia kemudian menyerahkan diri pada takdir sesuai janji kepada istrinya.

Dalam versi cerita tersebut, Datu Museng meminta Karaeng Galesong mengakhiri hidupnya.

Akhir tragis itulah yang membuat Datu Museng dan Maipa Deapati kerap disebut sebagai “Romeo dan Juliet dari Makassar”, merujuk pada kisah cinta dua tokoh yang berakhir dengan kematian dan kemudian dikenang sebagai simbol kesetiaan serta pengorbanan.

Kisah mereka diangkat ke dalam sebuah film produksi Rere Art2tonic yang pertama kali rilis pada 2018. Film ini tayang di bioskop Makassar pada 7 November 2024, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar yang ke-417.

BACA JUGA:  Jalan Andi Pangerang Pettarani, Mengenang 51 Tahun Wafatnya Gubernur Sulawesi Terakhir

Makam Datu Museng di Jalan yang Menyandang Namanya

Jejak cerita tersebut masih dapat ditemukan secara fisik di Makassar.

Makam Datu Museng berada di Jalan Datu Museng, Kelurahan Maloku, Kecamatan Ujung Pandang. Sistem Informasi Cagar Budaya Kota Makassar mencatat lokasi tersebut sebagai struktur makam dengan nama lain I Baso Mallarangang Datu Busing.

Makam Datu Museng

Makam Datu Museng berada di ujung Jalan Datu Museng, tepat di seberang Rumah Sakit Stella Maris. Sementara Jalan Maipa, yang menggunakan nama Maipa Deapati, berada bersebelahan dengan Jalan Datu Museng.

Kedekatan kedua ruas jalan tersebut menjadi sesuatu yang menarik. Dua nama yang dalam cerita dikenal sebagai pasangan yang mengalami kisah cinta tragis kini berdampingan dalam ruang kota Makassar.

Jalan Datu Museng sendiri merupakan salah satu ruas di pusat Kota Makassar yang menghubungkan kawasan Jalan Penghibur dekat Pantai Losari ke arah timur menuju kawasan persimpangan Jalan Somba Opu dan Jalan Lamaddukelleng.

BACA JUGA:  Jalan Sultan Alauddin di Makassar, Siapa Sosok Raja Gowa di Balik Namanya?

Akhir Kisah Datu Museng dan Maipa Deapati

Bagian paling terkenal dari kisah ini adalah akhir perjalanan Datu Museng dan Maipa Deapati.

Dalam cerita yang berkembang, Maipa Deapati menghadapi situasi ketika dirinya terancam jatuh ke tangan pihak lawan.

Ia kemudian memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri melalui tangan orang yang paling dicintainya.

Film Datu Museng dan Maipa yang tayang pada 2018

Datu Museng disebut memenuhi permintaan tersebut dan berjanji akan menyusul setelah menyelesaikan pertempuran.

Setelah Maipa Deapati meninggal, Datu Museng kembali menghadapi pasukan lawan. Menjelang Magrib, ia kemudian menyerahkan diri pada takdir sesuai janji kepada istrinya.

Dalam versi cerita tersebut, Datu Museng meminta Karaeng Galesong mengakhiri hidupnya.

Akhir tragis itulah yang membuat Datu Museng dan Maipa Deapati kerap disebut sebagai “Romeo dan Juliet dari Makassar”, merujuk pada kisah cinta dua tokoh yang berakhir dengan kematian dan kemudian dikenang sebagai simbol kesetiaan serta pengorbanan.

Kisah mereka diangkat ke dalam sebuah film produksi Rere Art2tonic yang pertama kali rilis pada 2018. Film ini tayang di bioskop Makassar pada 7 November 2024, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar yang ke-417.

BACA JUGA:  Jalan Ali Malaka, Pejuang Makassar yang Pernah Diburu Westerling

Makam Datu Museng di Jalan yang Menyandang Namanya

Jejak cerita tersebut masih dapat ditemukan secara fisik di Makassar.

Makam Datu Museng berada di Jalan Datu Museng, Kelurahan Maloku, Kecamatan Ujung Pandang. Sistem Informasi Cagar Budaya Kota Makassar mencatat lokasi tersebut sebagai struktur makam dengan nama lain I Baso Mallarangang Datu Busing.

Makam Datu Museng

Makam Datu Museng berada di ujung Jalan Datu Museng, tepat di seberang Rumah Sakit Stella Maris. Sementara Jalan Maipa, yang menggunakan nama Maipa Deapati, berada bersebelahan dengan Jalan Datu Museng.

Kedekatan kedua ruas jalan tersebut menjadi sesuatu yang menarik. Dua nama yang dalam cerita dikenal sebagai pasangan yang mengalami kisah cinta tragis kini berdampingan dalam ruang kota Makassar.

Jalan Datu Museng sendiri merupakan salah satu ruas di pusat Kota Makassar yang menghubungkan kawasan Jalan Penghibur dekat Pantai Losari ke arah timur menuju kawasan persimpangan Jalan Somba Opu dan Jalan Lamaddukelleng.

BACA JUGA:  Jalan Andi Pangerang Pettarani, Mengenang 51 Tahun Wafatnya Gubernur Sulawesi Terakhir

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru