SulawesiPos.com – Keluhan soal minimnya pengamanan bagi wasit dalam turnamen Wali Kota Cup Makassar mencuat di media sosial pada Jumat, 31 Juli 2026.
Seorang pengadil lapangan mengaku kecewa karena perangkat pertandingan disebut tidak mendapat perlindungan memadai saat bertugas, padahal turnamen itu digelar sebagai ajang resmi yang membawa nama Wali Kota Makassar.
Unggahan yang beredar dari akun Instagram `kulitintamks` memuat pernyataan seorang wasit yang menyoroti situasi di lapangan.
Dalam keterangannya, ia menyebut selama pertandingan para wasit tidak mendapatkan pengamanan, meski harus menghadapi tensi tinggi di tengah pertandingan.
“Keamanan dari panitia pelaksana ke mana?” demikian bunyi salah satu bagian pernyataan yang diunggah akun tersebut.
Wasit itu juga mengaku sempat mengalami tindakan fisik saat memimpin laga.
Dalam unggahan yang sama, ia menyebut ada tendangan, tandukan, hingga tabrakan yang membuatnya terjatuh di lapangan.
Ia menilai kondisi seperti itu membuat perangkat pertandingan sulit menjalankan tugas secara aman dan objektif.
“Kami berjuang sendiri, melapor sendiri, bahkan menjalani visum sendiri,” tulisnya.
Keluhan itu juga diarahkan kepada Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi.
Sang pengadil lapangan mempertanyakan komitmen penyelenggara terhadap keamanan perangkat pertandingan dalam turnamen yang sejak awal dipromosikan sebagai ajang pembinaan sepak bola di Makassar.
Sorotan ini muncul saat Wali Kota Cup 2026 masih berlangsung.
Sejumlah laporan sebelumnya menyebut turnamen tersebut dibuka Munafri Arifuddin di Lapangan Sepak Bola Telkom Makassar pada Minggu, 5 Juli 2026.
Kompetisi itu diikuti puluhan klub dan dijadwalkan bergulir hingga 5 Agustus 2026.
Saat pembukaan turnamen, Munafri sempat menekankan pentingnya profesionalisme perangkat pertandingan, terutama wasit, agar kompetisi berjalan adil dan potensi konflik di lapangan bisa ditekan.
Karena itu, munculnya keluhan dari pengadil lapangan justru memantik perhatian baru terhadap aspek pengamanan di arena pertandingan.
Belum ada keterangan resmi yang terlihat dalam materi yang beredar mengenai pertandingan mana yang memicu insiden tersebut, siapa pihak yang diduga terlibat, serta apakah panitia penyelenggara atau Pemerintah Kota Makassar sudah menyiapkan langkah evaluasi.
Namun, pernyataan wasit itu menambah tekanan agar penyelenggara memberi penjelasan terbuka soal perlindungan bagi perangkat laga di Wali Kota Cup.

