Korban menilai aksi tersebut tidak dilakukan secara acak karena pelaku diduga sempat menguji nominal transaksi dalam jumlah besar sebelum berhasil menguras limit kartu.
“Pelaku menggasak secara rapi dan terstruktur karena sampai berhasil mengetahui nominal hampir pasti salah satu rekening dibuktikan dengan adanya percobaan transaksi awal Rp 280 juta namun gagal karena limit tidak mencukupi,” ujar FR.
Korban mengaku telah menghubungi toko emas dan toko ponsel yang disebut menjadi lokasi transaksi.
Menurut dia, hanya toko ponsel yang bersedia membantu dengan memberikan rekaman CCTV, nota, dan resi kartu kredit, sedangkan toko emas disebut tidak kooperatif.
Dari dokumentasi CCTV yang diklaim diterima korban, pelaku terlihat datang ke toko ponsel dengan mengenakan masker.
Ciri yang disebutkan antara lain berambut lurus dan berkulit sawo matang.
Polisi Masih Cek Laporan
Redaksi Kendarihariini.com dalam laporannya juga menyebut telah mendatangi toko emas yang disebut dalam transaksi tersebut, tetapi pihak toko tidak bersedia pernyataannya dikutip.
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin mengatakan pihaknya masih akan mengecek laporan tersebut ke penyidik Satreskrim.
“Nanti dicek dulu di Satreskrim,” ujarnya kepada Kendarihariini.com pada Rabu, 29 Juli 2026.

