Seragam Gratis Siswa Baru di Makassar Dikebut, Distribusi Bertahap Ditarget Tuntas Awal September

SulawesiPos.com – Pemkot Makassar mengebut program seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP negeri dengan target distribusi rampung pada awal September 2026, setelah penyaluran tahap awal mulai dijalankan di delapan sekolah. Percepatan ini menjadi sorotan karena program tersebut menyasar seluruh murid baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP negeri di Kota Makassar.

Distribusi awal dilakukan dengan 1.000 pasang seragam yang dibagikan secara bertahap.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan program ini bukan hanya simbolis, tetapi bagian dari distribusi menyeluruh ke sekolah-sekolah negeri.

“Program ini menyasar seluruh siswa baru SD dan SMP negeri di Kota Makassar. Distribusi dilakukan bertahap dan dimulai dengan 1.000 pasang seragam,” jelas Achi.

Penyaluran tahap awal itu menyentuh delapan sekolah, termasuk SMPN 3, SMPN 46, SD Sambung Jawa, SD Lariang Bangi, SMPN 40, SMPN 48, SD Aroepala, dan SD Gunung Sari Baru.

Pemkot Makassar menyiapkan distribusi lanjutan agar cakupan program bisa meluas ke seluruh penerima manfaat dalam beberapa tahap berikutnya.

BACA JUGA:  SPMB Makassar 2026 Diperketat, Pemkot Pakai Sistem Real-Time Cegah Calo dan Titipan Siswa

Sekolah Diingatkan Tak Menjual Seragam

Di tengah percepatan distribusi, Disdik Makassar juga menegaskan larangan jual beli seragam di sekolah.

Achi mengatakan pihaknya sudah memanggil sejumlah sekolah untuk klarifikasi setelah muncul indikasi penjualan seragam kepada siswa baru.

“Kalau terkait seragam sekolah yang diperjualbelikan, kami sudah menyampaikan panggilan untuk klarifikasi dari sekolah,” ujar Kepala Disdik Makassar Achi Soleman.

Langkah itu diambil agar program seragam gratis berjalan tepat sasaran dan tidak dibarengi pungutan yang membebani orang tua murid.

Sebelumnya, Pemkot Makassar menyiapkan pengadaan melalui skema tender cepat yang dipisah antara pengadaan kain dan jasa jahit agar pengerjaan lebih efektif sekaligus melibatkan UMKM lokal.

Sekretaris Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, sebelumnya menegaskan pemerintah memberi batas waktu ketat agar proses pengadaan dan pengerjaan tidak molor terlalu jauh dari kalender tahun ajaran baru.

“Seragam gratis ini sementara akan ada skema tender cepat. Kita kasih waktu satu bulan supaya pelaksanaannya tetap cepat. Karena ada dua skema, pertama pengadaan kain, kemudian kedua terkait jasa jahit. Mudah-mudahan bisa kita rampungkan di bulan Juli karena anak-anak sudah mau masuk sekolah,” ujar Andi Zul.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Turunkan 9 Mobil Pasar Murah Jelang Akhir Ramadan untuk Antisipasi Inflasi Pangan

Program ini tahun ini diperkirakan menyasar sekitar 30 ribu siswa, terdiri atas sekitar 18 ribu siswa SD dan 13.600 siswa SMP, dengan pendanaan yang disebut sepenuhnya berasal dari APBD Kota Makassar.

SulawesiPos.com – Pemkot Makassar mengebut program seragam gratis untuk siswa baru SD dan SMP negeri dengan target distribusi rampung pada awal September 2026, setelah penyaluran tahap awal mulai dijalankan di delapan sekolah. Percepatan ini menjadi sorotan karena program tersebut menyasar seluruh murid baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP negeri di Kota Makassar.

Distribusi awal dilakukan dengan 1.000 pasang seragam yang dibagikan secara bertahap.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan program ini bukan hanya simbolis, tetapi bagian dari distribusi menyeluruh ke sekolah-sekolah negeri.

“Program ini menyasar seluruh siswa baru SD dan SMP negeri di Kota Makassar. Distribusi dilakukan bertahap dan dimulai dengan 1.000 pasang seragam,” jelas Achi.

Penyaluran tahap awal itu menyentuh delapan sekolah, termasuk SMPN 3, SMPN 46, SD Sambung Jawa, SD Lariang Bangi, SMPN 40, SMPN 48, SD Aroepala, dan SD Gunung Sari Baru.

Pemkot Makassar menyiapkan distribusi lanjutan agar cakupan program bisa meluas ke seluruh penerima manfaat dalam beberapa tahap berikutnya.

BACA JUGA:  Pallubasa Serigala Terancam Digusur, Pemkot Makassar Nilai Warung Kuasai Bahu Jalan Puluhan Tahun

Sekolah Diingatkan Tak Menjual Seragam

Di tengah percepatan distribusi, Disdik Makassar juga menegaskan larangan jual beli seragam di sekolah.

Achi mengatakan pihaknya sudah memanggil sejumlah sekolah untuk klarifikasi setelah muncul indikasi penjualan seragam kepada siswa baru.

“Kalau terkait seragam sekolah yang diperjualbelikan, kami sudah menyampaikan panggilan untuk klarifikasi dari sekolah,” ujar Kepala Disdik Makassar Achi Soleman.

Langkah itu diambil agar program seragam gratis berjalan tepat sasaran dan tidak dibarengi pungutan yang membebani orang tua murid.

Sebelumnya, Pemkot Makassar menyiapkan pengadaan melalui skema tender cepat yang dipisah antara pengadaan kain dan jasa jahit agar pengerjaan lebih efektif sekaligus melibatkan UMKM lokal.

Sekretaris Kota Makassar, Andi Zulkifli Nanda, sebelumnya menegaskan pemerintah memberi batas waktu ketat agar proses pengadaan dan pengerjaan tidak molor terlalu jauh dari kalender tahun ajaran baru.

“Seragam gratis ini sementara akan ada skema tender cepat. Kita kasih waktu satu bulan supaya pelaksanaannya tetap cepat. Karena ada dua skema, pertama pengadaan kain, kemudian kedua terkait jasa jahit. Mudah-mudahan bisa kita rampungkan di bulan Juli karena anak-anak sudah mau masuk sekolah,” ujar Andi Zul.

BACA JUGA:  Disdik Makassar Minta SD–SMP Perbarui Data Siswa untuk SPMB 2026

Program ini tahun ini diperkirakan menyasar sekitar 30 ribu siswa, terdiri atas sekitar 18 ribu siswa SD dan 13.600 siswa SMP, dengan pendanaan yang disebut sepenuhnya berasal dari APBD Kota Makassar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru