SulawesiPos.com – Ayah wanita muda berinisial AATPA (23) yang ditemukan tewas di kamar kos kawasan Bumi Tamalanrea Permai atau BTP, Makassar, mengaku curiga setelah melihat adanya lebam dan bercak darah di wajah anaknya saat berada di rumah sakit.
Ayah korban, Andi Baso Ryadi Mappasulle, mengatakan dirinya langsung berangkat dari Kabupaten Bulukumba ke Makassar setelah mendapat kabar dari polisi pada Kamis (9/7/2026) malam.
“Tadi malam saya mendengar berita dari Pak Kanit di Polsek Tamalanrea saya lansung meluncur ke Makassar. Di tengah jalan saya dimintai persetujuan untuk autopsi, nah saya bilang tunggu saya, saya mau melihat kondisi anak saya,” ujar Andi Baso kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).
Setelah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara, dia mengaku melihat tanda yang menurutnya tidak wajar pada wajah korban.
“Saya lihat ada lebam di pipi kanan ya, terus ada bercak-bercak di mukanya (wajahnya) itu,” ujar ayah korban,” ungkapnya.
Keluarga Setuju Autopsi
Andi Baso mengatakan temuan itu membuatnya memutuskan menyetujui autopsi untuk memastikan penyebab kematian anaknya.
“Saya langsung mengambil keputusan untuk melakukan autopsi karena saya melihat ada ketidakwajaran. Selebihnya saya serahkan ke petugas Dan saya yakin petugas akan bekerja profesional,” ujarnya.
Menurut dia, korban selama ini dikenal pendiam dan tidak pernah terbuka soal masalah yang dihadapinya kepada keluarga, selain sesekali mengeluh kepada kakaknya terkait pekerjaan.
“Sampai sekarang kita tidak pernah dengar masalah dari dia, cuman dia memang biasa mengeluh sama kakaknya saja. Dia sering mengeluh soal pekerjaan, padahal sudah di sudah dipersiapkan untuk mendaftar di CPNS,” bebernya.
Sebelumnya, korban ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Bontoramba, Kamis malam, setelah anak pemilik kos curiga melihat pintu kamar dalam keadaan terbuka.
Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Ismail mengatakan korban ditemukan dalam posisi tergantung di area balkon gedung kos.
“Korban meninggal dunia dalam posisi tergantung di tiang kanopi yang berada di balkon gedung kos,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Ismail kepada wartawan, Jumat (10/7).


