SulawesiPos.com – Tanjung Verde membuat kejutan di Piala Dunia 2026 setelah menahan Spanyol 0-0 pada laga Grup H di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Senin (15/6/2026). Kiper veteran Vozinha menjadi pahlawan lewat tujuh penyelamatan yang menggagalkan upaya La Roja meraih kemenangan.
Hasil imbang melawan Spanyol menjadi salah satu cerita besar bagi Tanjung Verde di Piala Dunia 2026. Sebagai tim yang tidak lebih diunggulkan, mereka mampu bertahan dari tekanan panjang La Roja.
Spanyol menguasai pertandingan dan mencoba membongkar pertahanan Tanjung Verde melalui kombinasi serangan dari berbagai sisi. Namun, penyelesaian akhir mereka selalu menemui jalan buntu.
Vozinha menjadi alasan utama Spanyol gagal mencetak gol. Kiper 40 tahun itu tampil tenang dan melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Dalam unggahannya, Jurnalis Terkenal, Fabrizio Romano menyebut performa Vozinha sebagai momen legendaris.
“40 YEARS OLD, HIS WORLD CUP DEBUT AGAINST SPAIN… AND IT’S 7 SAVES COMPLETED!” tulis Fabrizio Romano.
Penampilan tersebut semakin istimewa karena laga melawan Spanyol menjadi debut Vozinha di Piala Dunia.
“Respect, Vozinha. Legendary,” tulis Fabrizio Romano.
Spanyol Gagal Manfaatkan Dominasi
Spanyol sebenarnya memiliki banyak peluang untuk memenangkan pertandingan. Namun, dominasi permainan tidak cukup untuk menembus gawang Tanjung Verde.
La Roja harus menerima hasil imbang tanpa gol dalam laga pembuka mereka. Hasil ini menjadi alarm awal bagi Spanyol dalam persaingan Grup H.
Modal Bersejarah untuk Tanjung Verde
Bagi Tanjung Verde, satu poin melawan Spanyol terasa sangat berharga. Mereka menunjukkan disiplin, daya tahan, dan mental kuat menghadapi salah satu kandidat juara.
Vozinha menjadi simbol perjuangan tersebut. Di usia 40 tahun, ia membuktikan pengalaman dan ketenangan masih menjadi senjata penting di panggung sebesar Piala Dunia.


