SulawesiPos.com – Motif pembunuhan ANA (24) oleh suaminya, SU (21), di kos Jalan Manuruki 6, Makassar, mulai terungkap. Polisi menyebut pelaku emosi setelah korban meminta cerai karena SU ketahuan selingkuh dan tidak memiliki pekerjaan tetap sebelum korban ditemukan tewas digorok pada Minggu (14/6/2026) malam.
Pengungkapan motif ini menjadi perkembangan terbaru dalam kasus pembunuhan istri di kawasan Mannuruki, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dari hasil pemeriksaan, rumah tangga pasangan muda tersebut disebut belakangan kerap diwarnai konflik.
Cekcok dipicu dugaan perselingkuhan pelaku. Korban juga disebut ingin berpisah karena SU tidak memiliki pekerjaan tetap. Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku tersulut emosi oleh perkataan korban saat pertengkaran terjadi.
Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Wawan Suryadinata mengatakan, konflik bermula saat pelaku ketahuan selingkuh oleh istrinya. Pertengkaran kemudian terjadi hingga pelaku mengaku emosi.
“Pelaku ketahuan selingkuh istrinya. Jadi berantem kemudian diberikan kata-kata kotor dan menurut keterangan pelaku dia emosi,” kata Wawan Suryadinata kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
Polisi juga mengungkap alasan lain yang disebut memperkeruh hubungan keduanya. Korban disebut ingin berpisah karena persoalan ekonomi rumah tangga, terutama karena pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap.
“SU menerangkan bahwa ia melakukan pembunuhan ini dikarenakan korban ingin pisah dengan alasan pelaku tidak ada pekerjaan tetap dan sering berbicara kotor kepada pelaku,” bebernya.
Kronologi Korban Ditemukan di Kamar Kos
Kasus ini terjadi di kamar kos pasangan tersebut di Jalan Manuruki 6, Lorong 1, Kecamatan Tamalate, Makassar. Korban ditemukan tewas bersimbah darah pada Minggu malam.
Sebelumnya, polisi menerima laporan terkait penemuan korban di dalam kamar kos. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka pada bagian leher.
Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Abdul Latif sebelumnya menjelaskan kondisi awal korban saat ditemukan. Dari pengamatan sementara polisi, luka yang tampak berada di bagian leher korban.
“Korban seorang perempuan. Untuk luka sementara yang kita lihat sendiri dengan mata kepala itu luka gorok saja di lehernya untuk sementara,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latif kepada wartawan, Minggu (14/6).
Selain soal permintaan cerai dan dugaan perselingkuhan, pelaku juga mengaku kerap mendapat ancaman dari korban. Keterangan tersebut masih didalami penyidik untuk memastikan rangkaian kejadian sebelum pembunuhan terjadi.
“SU menerangkan bahwa ia menusuk korban dikarenakan belakangan ini sering diancam ingin dibunuh oleh istrinya,” tambahnya.


