Dua Penjual Sate Diamankan Polisi Usai Diduga Lecehkan Siswi SMP, Sempat Diamuk Warga di Makassar

SulawesiPos.com – Aparat kepolisian mengamankan dua orang penjual sate dari amukan warga setelah keduanya diduga melakukan pelecehan terhadap empat anak perempuan di Jalan Andi Mangerangi, Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Ada dua orang penjual sate yang diamuk massa, semalam (22/5). Setelah menerima informasi dari masyarakat ada kejadian, tim langsung ke TKP (tempat kejadian perkara) mengamankan kedua orang terduga pelaku ini,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latif, saat dikonfirmasi di Makassar, Sabtu.

Dua terduga pelaku masing-masing berinisial MO (25) dan MA (20). Sementara itu, korban berjumlah empat orang anak perempuan yang masih berstatus siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Peristiwa tersebut bermula dari laporan para korban terkait dugaan pelecehan seksual secara verbal. Kedua penjual sate itu disebut kerap melontarkan kata-kata tidak senonoh kepada korban.

Mendengar laporan tersebut, warga bersama keluarga korban mendatangi lokasi tempat berjualan pelaku di Jalan Andi Mangerangi pada Jumat malam (22/5/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

BACA JUGA: 
Mahasiswi Asal Toraja Utara Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Makassar, Terungkap Usai Warga Cium Bau Tak Sedap

Emosi warga memuncak hingga berujung aksi pemukulan terhadap kedua pelaku serta perusakan gerobak sate mereka.

Sering Menggoda, Teguran Keluarga Tak Digubris

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban mengaku kerap mendapat godaan tidak pantas setiap kali melintas di depan lokasi jualan pelaku.

Bahkan, aksi serupa disebut sudah terjadi sejak sekitar satu bulan sebelum kejadian.

“Korban ini sering digoda begitu, lalu melapor ke keluarganya. Kurang lebih sebulan seperti itu (sering mengoda). Keluarga sudah menyampaikan kepada pelaku agar tidak seperti itu,” katanya.

Keempat korban diketahui berusia sekitar 12 hingga 13 tahun. Meski telah ditegur oleh pihak keluarga korban, kedua terduga pelaku justru kembali mengulangi perbuatannya.

“Sudah ditegur, disampaikan ke pelaku ini, jangan begitu lagi sama anak-anak. Tapi sepertinya diindahkan, malah ngelunjak. Puncaknya tadi malam didatangi warga, lalu dipukuli,” lanjutnya.

Akibat amukan massa, kedua pelaku mengalami luka-luka serius dan nyaris tewas. Beruntung, beberapa warga berupaya menghentikan aksi main hakim sendiri hingga patroli Polsek Tamalate tiba di lokasi untuk mengevakuasi keduanya.

BACA JUGA: 
Anak di Makassar Aniaya Ibu Kandung, Emosi Dipicu Nenek Dimarahi

Saat ini, kedua terduga pelaku telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sekarang sudah di PPA Polres untuk diperiksa penyidik,” katanya menambahkan.

Sementara itu, rekaman video kejadian tersebut sempat viral di media sosial. Dalam video terlihat kedua pelaku dipukuli beramai-ramai oleh warga, sementara gerobak dagangan mereka dirusak hingga hancur.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi juga sempat kesulitan mengevakuasi pelaku akibat banyaknya massa di tempat kejadian.

SulawesiPos.com – Aparat kepolisian mengamankan dua orang penjual sate dari amukan warga setelah keduanya diduga melakukan pelecehan terhadap empat anak perempuan di Jalan Andi Mangerangi, Kelurahan Bongaya, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Ada dua orang penjual sate yang diamuk massa, semalam (22/5). Setelah menerima informasi dari masyarakat ada kejadian, tim langsung ke TKP (tempat kejadian perkara) mengamankan kedua orang terduga pelaku ini,” ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latif, saat dikonfirmasi di Makassar, Sabtu.

Dua terduga pelaku masing-masing berinisial MO (25) dan MA (20). Sementara itu, korban berjumlah empat orang anak perempuan yang masih berstatus siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Peristiwa tersebut bermula dari laporan para korban terkait dugaan pelecehan seksual secara verbal. Kedua penjual sate itu disebut kerap melontarkan kata-kata tidak senonoh kepada korban.

Mendengar laporan tersebut, warga bersama keluarga korban mendatangi lokasi tempat berjualan pelaku di Jalan Andi Mangerangi pada Jumat malam (22/5/2026) sekitar pukul 22.00 Wita.

BACA JUGA: 
Viral Emak-emak di Makassar Angkut Motor Listrik Pakai Motor, Berakhir Ditilang Polisi

Emosi warga memuncak hingga berujung aksi pemukulan terhadap kedua pelaku serta perusakan gerobak sate mereka.

Sering Menggoda, Teguran Keluarga Tak Digubris

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban mengaku kerap mendapat godaan tidak pantas setiap kali melintas di depan lokasi jualan pelaku.

Bahkan, aksi serupa disebut sudah terjadi sejak sekitar satu bulan sebelum kejadian.

“Korban ini sering digoda begitu, lalu melapor ke keluarganya. Kurang lebih sebulan seperti itu (sering mengoda). Keluarga sudah menyampaikan kepada pelaku agar tidak seperti itu,” katanya.

Keempat korban diketahui berusia sekitar 12 hingga 13 tahun. Meski telah ditegur oleh pihak keluarga korban, kedua terduga pelaku justru kembali mengulangi perbuatannya.

“Sudah ditegur, disampaikan ke pelaku ini, jangan begitu lagi sama anak-anak. Tapi sepertinya diindahkan, malah ngelunjak. Puncaknya tadi malam didatangi warga, lalu dipukuli,” lanjutnya.

Akibat amukan massa, kedua pelaku mengalami luka-luka serius dan nyaris tewas. Beruntung, beberapa warga berupaya menghentikan aksi main hakim sendiri hingga patroli Polsek Tamalate tiba di lokasi untuk mengevakuasi keduanya.

BACA JUGA: 
Polisi Sita Ribuan Botol Miras di Jalan Kandea Makassar, Toko Diduga Tak Kantongi Izin Pengecer

Saat ini, kedua terduga pelaku telah diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sekarang sudah di PPA Polres untuk diperiksa penyidik,” katanya menambahkan.

Sementara itu, rekaman video kejadian tersebut sempat viral di media sosial. Dalam video terlihat kedua pelaku dipukuli beramai-ramai oleh warga, sementara gerobak dagangan mereka dirusak hingga hancur.

Petugas kepolisian yang tiba di lokasi juga sempat kesulitan mengevakuasi pelaku akibat banyaknya massa di tempat kejadian.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru