SulawesiPos.com – Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal, mengungkapkan adanya perkembangan positif dalam upaya pembebasan empat warga negara Indonesia yang menjadi sandera perompak di perairan Somalia sejak 22 April lalu.
Keempat WNI tersebut merupakan awak kapal tanker Honour 25 yang hingga kini masih dalam proses negosiasi intensif.
Syamsu Rizal menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia saat ini mengerahkan seluruh jalur diplomasi dengan mengedepankan keterlibatan pihak ketiga atau aktor non-negara untuk mempercepat proses evakuasi.
Langkah ini diambil guna membuka ruang komunikasi yang lebih fleksibel namun tetap terukur dalam menghadapi para perompak.
“Sudah banyak progress, kita menggunakan pihak ketiga, non state actor, seluruh jalur diplomasi kita kerahkan dan responnya positif. Kita menguatkan dengan komunikasi untuk membantu mempercepat melalui corporation action yang melibatkan pemilik kapal serta pelaku bisnis terkait. Alhamdulillah, jaminannya mereka dalam kondisi sehat,” ujar politisi yang kerap disapa Deng Ical, saat ditemui SulawesiPos di Warkop Dg Anas, Makassar, Senin (4/5/2026).
Diketahui, kapten kapal Honour MT, Samadikun, merupakan warga asal Patallassang, Kab. Gowa, Sulsel.
Pihak keluarganya masih sangat cemas dengan keselamatan Samadikun, akibat terputusnya komunikasi antara Samadikun dan keluarganya.
Lebih lanjut, legislator asal daerah pemilihan Sulawesi Selatan I ini menekankan bahwa koordinasi lintas lembaga terus dilakukan secara ketat.
Pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI), hingga TNI terus memantau situasi di lapangan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga di luar rencana diplomasi.
Meskipun komunikasi terus berjalan, Syamsu Rizal menegaskan bahwa hingga saat ini pembicaraan belum menyentuh persoalan angka tebusan.
“Pemerintah masih memprioritaskan keselamatan nyawa para sandera dan memastikan jalur komunikasi tetap terbuka agar proses pembebasan dapat dilakukan dengan aman tanpa hambatan, semoga tidak ada masalah yang tidak terprediksi sebelumnya,” tutup Dg Ical.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, pada awak media sebelumnya menyatakan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menindaklanjuti penanganan yang melibatkan otoritas pemerintah setempat serta tokoh masyarakat di Somalia.
Berdasarkan informasi terbaru dari KBRI Nairobi, keberadaan para kru kapal terpantau dalam kondisi yang stabil. (mn abdurrahman)

