SulawesiPos.com – Ketersediaan hewan kurban di Sulawesi Selatan menjelang Iduladha 1447 Hijriah dipastikan dalam kondisi aman.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel mencatat jumlah ternak yang tersedia masih melampaui kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Sriyanti Haruni, menyampaikan bahwa stok hewan kurban mencakup puluhan ribu ekor sapi dan kambing, serta ribuan ekor kerbau.
“Untuk ketersediaannya itu cukup. Untuk sapi 81.875 ekor, kerbau 5.354 ekor, dan kambing 51.639 ekor,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Kebutuhan Lebih Rendah dari Stok Tersedia
Berdasarkan data dinas, kebutuhan hewan kurban di Sulawesi Selatan tercatat lebih kecil dibandingkan jumlah stok yang ada.
Kebutuhan sapi diperkirakan sebanyak 57.879 ekor, kerbau 41 ekor, dan kambing 4.188 ekor.
“Sehingga ada neraca atau selisih antara ketersediaan dan kebutuhan yang masih di range yang cukup,” tambahnya.
Sriyanti menjelaskan, pasokan hewan kurban hingga kini masih didominasi oleh peternak lokal Sulawesi Selatan.
Bahkan, daerah ini tidak hanya mencukupi kebutuhan internal, tetapi juga menjadi pemasok hewan ternak ke luar wilayah, termasuk ke Kalimantan.
“Untuk saat ini rata-rata masih punya kita sendiri, malah kita ini mengeluarkan ke daerah Kalimantan,” jelasnya.
Dari sisi permintaan, Makassar tercatat sebagai wilayah dengan kebutuhan hewan kurban paling tinggi.
Selain Makassar, permintaan signifikan juga datang dari Kabupaten Gowa dan Kabupaten Bone.
“Yang paling banyak itu di Kota Makassar, kemudian Gowa, dan Bone,” katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan di Makassar, distribusi hewan kurban berasal dari sejumlah daerah penyangga seperti Sinjai, Gowa, dan Bone.
Sementara Kabupaten Gowa cenderung mengandalkan produksi ternak lokal.
Kabupaten Bone Jadi Sentra Peternakan Sulsel
Adapun Kabupaten Bone dikenal sebagai salah satu sentra peternakan terbesar di Sulawesi Selatan.
Selain mencukupi kebutuhan daerahnya sendiri, Bone juga berperan penting sebagai pemasok hewan kurban bagi wilayah lain di provinsi tersebut.
“Bone itu daerah paling banyak ternaknya di Sulawesi Selatan. Tentunya dia juga selain untuk penghasil sendiri, dia juga akan mensuplai daerah-daerah lain,” pungkasnya.

