SulawesiPos.com – Pemerintah mulai mengintensifkan upaya sosialisasi kepada masyarakat terkait program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang akan dikembangkan di Makassar dan wilayah aglomerasinya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, S. STP., M.M, mengatakan pemahaman masyarakat menjadi kunci penting dalam mendukung keberhasilan proyek tersebut.
Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan agenda sosialisasi besar yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Insya Allah minggu depan kami akan mengundang tokoh masyarakat, RT/RW, dan lurah. Pesertanya sekitar 500 orang. Kami akan menjelaskan secara langsung terkait proyek PSEL ini,” ujarnya kepada SulawesiPos.com, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, sosialisasi juga akan diperluas hingga ke tingkat kecamatan dengan melibatkan penyuluh persampahan.
Materi yang diberikan tidak hanya soal proyek PSEL, tetapi juga edukasi teknis terkait pemilahan sampah dari sumbernya.
“Kami juga akan keliling ke kecamatan bersama para penyuluh persampahan. Kemudian kami ajarkan mengenai pemilahan sampah organik, anorganik dan residu,” jelasnya.
Menurut Helmy, edukasi ini penting karena sistem PSEL tetap membutuhkan proses awal berupa pemilahan sampah agar pengolahan berjalan optimal.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa saat ini proyek PSEL juga tengah berjalan dalam beberapa tahapan administratif dan teknis.
Salah satunya adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Pemerintah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros pada 4 April lalu.
Tak hanya itu, tahapan verifikasi lapangan juga telah dilakukan bersama sejumlah instansi pusat.
“Pada 8 April, kami juga sudah menandatangani berita acara verifikasi lapangan bersama Kemendagri, Kemenko Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, PLN, dan PT Danantara,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Helmy, pemerintah masih terus menjalankan beberapa tahapan lanjutan, mulai dari sosialisasi, proses pembebasan lahan, hingga pengurusan izin dasar.
Ia berharap, melalui sosialisasi yang masif dan berkelanjutan, masyarakat dapat memahami program PSEL dan mulai mengubah kebiasaan dalam mengelola sampah.
“PSEL merupakan salah satu solusi bukan merupakan satu-satunya solusi. Dalam pengolahan sampah yang menjadi kunci akan keberhasilan tentu berasal dari diri sendiri,” kuncinya.

