Diduga Preman Berkedok Parkir Liar Beraksi di Depan Pelabuhan Makassar, Warga Dipukul Usai Dipalak

SulawesiPos.com – Aksi dugaan premanisme kembali meresahkan warga di kawasan depan Pelabuhan Makassar, tepatnya di sekitar gerai Alfamart, Selasa (14/4/2026).

Seorang warga mengaku menjadi korban pemalakan yang disertai tindak kekerasan saat hendak berbelanja.

Korban menuturkan, saat itu dirinya berjalan kaki menuju Alfamart ketika tiba-tiba dihampiri seseorang yang diduga oknum tidak bertanggung jawab.

Tanpa alasan jelas, pelaku meminta uang sebesar Rp10 ribu dengan dalih biaya parkir, meski korban tidak membawa maupun memarkir kendaraan di lokasi tersebut.

Korban sempat menjelaskan bahwa dirinya datang tanpa kendaraan. Namun, permintaan itu tetap dipaksakan. Karena merasa terancam, korban akhirnya menyerahkan uang yang diminta.

Dipalak Sudah, Kekerasan Menyusul

Situasi semakin ironis ketika pemalakan tersebut berujung pada kekerasan fisik.

Korban mengaku dipukul sebanyak dua kali hingga menyebabkan telepon genggamnya terjatuh.

Insiden ini meninggalkan trauma mendalam sekaligus menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang kerap melintas di kawasan tersebut.

Warga menyebut kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Praktik pemalakan dengan modus parkir liar dilaporkan sering terjadi, bahkan di titik yang seharusnya bukan area parkir resmi.

BACA JUGA: 
Heboh! Bayar Parkir Pakai QRIS, Tapi Nama Penerima Bukan Pengelola

Dekat Pos Polisi, Warga Pertanyakan Pengawasan

Yang menjadi sorotan, lokasi kejadian berada tidak jauh dari pos aparat kepolisian.

Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan dan penindakan terhadap aksi premanisme yang dinilai semakin meresahkan.

Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan dan mengambil langkah tegas.

Penertiban terhadap pelaku parkir liar dan aksi pemalakan dianggap mendesak demi menciptakan rasa aman, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu-ibu dan lansia.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terus berulang. Jangan sampai masyarakat selalu menjadi korban. Aparat harus segera bertindak,” ujar salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila mengalami atau menyaksikan kejadian serupa.

SulawesiPos.com – Aksi dugaan premanisme kembali meresahkan warga di kawasan depan Pelabuhan Makassar, tepatnya di sekitar gerai Alfamart, Selasa (14/4/2026).

Seorang warga mengaku menjadi korban pemalakan yang disertai tindak kekerasan saat hendak berbelanja.

Korban menuturkan, saat itu dirinya berjalan kaki menuju Alfamart ketika tiba-tiba dihampiri seseorang yang diduga oknum tidak bertanggung jawab.

Tanpa alasan jelas, pelaku meminta uang sebesar Rp10 ribu dengan dalih biaya parkir, meski korban tidak membawa maupun memarkir kendaraan di lokasi tersebut.

Korban sempat menjelaskan bahwa dirinya datang tanpa kendaraan. Namun, permintaan itu tetap dipaksakan. Karena merasa terancam, korban akhirnya menyerahkan uang yang diminta.

Dipalak Sudah, Kekerasan Menyusul

Situasi semakin ironis ketika pemalakan tersebut berujung pada kekerasan fisik.

Korban mengaku dipukul sebanyak dua kali hingga menyebabkan telepon genggamnya terjatuh.

Insiden ini meninggalkan trauma mendalam sekaligus menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang kerap melintas di kawasan tersebut.

Warga menyebut kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Praktik pemalakan dengan modus parkir liar dilaporkan sering terjadi, bahkan di titik yang seharusnya bukan area parkir resmi.

BACA JUGA: 
Jukir Liar di Pelabuhan Makassar Viral Ancam Sopir Taksi Online, Polisi Bertindak Cepat

Dekat Pos Polisi, Warga Pertanyakan Pengawasan

Yang menjadi sorotan, lokasi kejadian berada tidak jauh dari pos aparat kepolisian.

Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan dan penindakan terhadap aksi premanisme yang dinilai semakin meresahkan.

Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan dan mengambil langkah tegas.

Penertiban terhadap pelaku parkir liar dan aksi pemalakan dianggap mendesak demi menciptakan rasa aman, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu-ibu dan lansia.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terus berulang. Jangan sampai masyarakat selalu menjadi korban. Aparat harus segera bertindak,” ujar salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila mengalami atau menyaksikan kejadian serupa.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru