Dilema Pengusaha Travel: Antara Tiket Pesawat Mahal dan Ancaman Gulung Tikar

SulawesiPos.com – Lonjakan harga tiket pesawat domestik kian meresahkan pelaku industri pariwisata di Sulawesi Selatan.

Keluhan ini disuarakan langsung oleh Sartika Irman, pengusaha travel dari Sartika Tour, yang memprediksi dampak berantai jika tren kenaikan harga ini tidak segera diredam.

Menurutnya, kenaikan harga tiket pesawat bukan sekadar masalah transportasi udara semata, melainkan ancaman bagi ekosistem perjalanan secara keseluruhan.

Efek Domino Kenaikan Harga

Sartika menjelaskan bahwa kenaikan tiket pesawat domestik dipastikan akan menyeret komponen biaya perjalanan lainnya.

Ia khawatir kenaikan ini akan memicu kenaikan tarif moda transportasi darat dan akomodasi.

“Karena selain pesawat, bisa jadi tarif bus dan beberapa akomodasi perjalanan lainnya juga akan ikut naik,” ungkapnya, Sabtu (4/4/2026).

Kondisi ini, menurutnya, menempatkan pengusaha travel dalam posisi sulit.

Jika keadaan ini terus berlanjut, dampaknya akan sangat terasa pada penurunan jumlah penumpang hingga pembatalan berbagai agenda perjalanan, mulai dari private trip, studi pustaka, hingga kunjungan kerja.

BACA JUGA: 
Malino Highlands, Wisata Dataran Tinggi Lengkap dalam Satu Kawasan

Harapan kepada Pemerintah

Mewakili pihak agen perjalanan, Sartika sangat mengharapkan intervensi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) maupun instansi terkait untuk meninjau kembali beban biaya yang harus ditanggung masyarakat dan pelaku usaha.

Kami sangat mengharapkan pihak terkait mempertimbangkan hal tersebut demi keberlangsungan industri travel,” tegasnya.

Sebagai langkah penyelamatan, Sartika memberikan masukan kepada pemerintah agar ada jalan tengah yang diambil.

Jika kenaikan harga memang tidak bisa dihindari, ia berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan khusus sebagai bantalan ekonomi bagi para pelaku usaha.

Ia mengusulkan adanya subsidi pemerintah khusus untuk sektor travel atau penetapan taraf batas atas harga tiket pesawat yang lebih rasional.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut sangat krusial dilakukan demi kemaslahatan bersama dan agar roda ekonomi di sektor pariwisata tetap berputar. (mna)

SulawesiPos.com – Lonjakan harga tiket pesawat domestik kian meresahkan pelaku industri pariwisata di Sulawesi Selatan.

Keluhan ini disuarakan langsung oleh Sartika Irman, pengusaha travel dari Sartika Tour, yang memprediksi dampak berantai jika tren kenaikan harga ini tidak segera diredam.

Menurutnya, kenaikan harga tiket pesawat bukan sekadar masalah transportasi udara semata, melainkan ancaman bagi ekosistem perjalanan secara keseluruhan.

Efek Domino Kenaikan Harga

Sartika menjelaskan bahwa kenaikan tiket pesawat domestik dipastikan akan menyeret komponen biaya perjalanan lainnya.

Ia khawatir kenaikan ini akan memicu kenaikan tarif moda transportasi darat dan akomodasi.

“Karena selain pesawat, bisa jadi tarif bus dan beberapa akomodasi perjalanan lainnya juga akan ikut naik,” ungkapnya, Sabtu (4/4/2026).

Kondisi ini, menurutnya, menempatkan pengusaha travel dalam posisi sulit.

Jika keadaan ini terus berlanjut, dampaknya akan sangat terasa pada penurunan jumlah penumpang hingga pembatalan berbagai agenda perjalanan, mulai dari private trip, studi pustaka, hingga kunjungan kerja.

BACA JUGA: 
Malino Highlands, Wisata Dataran Tinggi Lengkap dalam Satu Kawasan

Harapan kepada Pemerintah

Mewakili pihak agen perjalanan, Sartika sangat mengharapkan intervensi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) maupun instansi terkait untuk meninjau kembali beban biaya yang harus ditanggung masyarakat dan pelaku usaha.

Kami sangat mengharapkan pihak terkait mempertimbangkan hal tersebut demi keberlangsungan industri travel,” tegasnya.

Sebagai langkah penyelamatan, Sartika memberikan masukan kepada pemerintah agar ada jalan tengah yang diambil.

Jika kenaikan harga memang tidak bisa dihindari, ia berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan khusus sebagai bantalan ekonomi bagi para pelaku usaha.

Ia mengusulkan adanya subsidi pemerintah khusus untuk sektor travel atau penetapan taraf batas atas harga tiket pesawat yang lebih rasional.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut sangat krusial dilakukan demi kemaslahatan bersama dan agar roda ekonomi di sektor pariwisata tetap berputar. (mna)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru