Overview
- Baruasak adalah kue tradisional Bugis-Makassar yang terbuat dari tepung beras sangrai, kelapa parut, dan gula, menghasilkan rasa gurih dan manis.
- Kue ini memiliki dua varian, gula pasir (Baruasak) dan gula merah (Baruasak Golla), masing-masing dengan aroma dan cita rasa khas.
- Baruasak sering hadir di acara adat dan perayaan, sekaligus menjadi cemilan favorit untuk minum teh atau kopi.
SulawesiPos.com – Kalau bicara soal kue tradisional khas Bugis-Makassar, banyak banget jajanan yang punya rasa unik dan cerita budaya di baliknya.
Salah satu yang selalu bikin ketagihan adalah Baruasak. Bayangin, adonan dari tepung beras yang disangrai berpadu dengan kelapa parut sangrai dan gula manis, diolah jadi bulatan kecil yang renyah di luar tapi tetap lembut di dalam.
Aroma kelapanya begitu harum saat dipanggang, bikin dapur wangi dan bikin siapa saja ingin segera mencicipi.
Kue ini nggak cuma soal rasa, tapi juga punya nilai sejarah dan budaya. Dulu, Baruasak selalu hadir di momen penting, mulai dari acara adat, perayaan keluarga, hingga kumpul-kumpul dengan sahabat.
Setiap gigitannya seperti membawa kita menelusuri tradisi Bugis-Makassar, sambil menikmati manisnya gula dan gurihnya kelapa.
Gak heran kalau banyak orang menjadikannya sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari, karena sensasi renyah dan wangi kelapanya bikin rileks seketika.
Varian Baruasak
Sebenarnya ada dua versi Baruasak, tergantung gula yang dipakai:
- Baruasak biasa, pakai gula pasir.
- Baruasak golla eja, pakai gula merah, namanya dalam bahasa Makassar berarti “gula merah”.
Kedua varian sama-sama nikmat, tapi kalau suka aroma karamel yang khas, pilih yang pakai gula merah.
Bahan-Bahan
Untuk bisa membuat sekitar 3 toples Baruasak, kamu butuh:
- 1 cangkir telur (sekitar 4–5 butir)
- 1 cangkir gula pasir
- 1 cangkir gula merah
- 2 cangkir kelapa parut sangrai
- 500 gr tepung terigu protein rendah (misal Kunci Biru)
- 1 cangkir minyak goreng
- 125 gr tepung kanji/tapioka
- 1 sdt baking soda
- Secukupnya ekstrak vanila
Cara Membuat Baruasak
- Siapkan kelapa sangrai
Pilih kelapa setengah tua, sangrai hingga kecokelatan. Blender atau tumbuk sampai halus, tapi jangan sampai berminyak. - Campur tepung
Timbang tepung terigu dan campur dengan tepung kanji. Aduk rata. - Kocok telur dan gula
Pecahkan telur, campur dengan gula pasir dan gula merah. Tambahkan soda kue dan ekstrak vanila. Kocok dengan kecepatan tinggi sampai mengembang. - Masukkan kelapa dan minyak
Turunkan kecepatan mixer, masukkan kelapa sangrai. Aduk rata, lalu tambahkan minyak goreng, aduk sampai semua tercampur. - Bentuk adonan
Ambil sebagian adonan, campur tepung hingga bisa dipulung—tidak terlalu keras, tapi juga tidak lembek. Bentuk bulatan seukuran 1 sdt atau setengah sdm. - Panggang
Panaskan oven terlebih dahulu. Tata bulatan adonan di loyang yang sudah dioles minyak (atau kertas roti). Panggang selama 20–30 menit sampai matang.
Tips Agar Baruasak Sempurna
- Olesi tangan dengan minyak saat membentuk adonan agar tidak lengket.
- Jika pakai kertas roti, pastikan tetap dioles minyak supaya bagian bawah tidak lengket.
- Simpan Baruasak di toples kedap udara supaya tetap renyah.
Selain rasanya enak, Baruasak punya nilai budaya yang kental. Kue ini sering hadir di acara adat, perayaan, atau kumpul keluarga, dan selalu bikin suasana hangat.
Dengan tekstur renyah, aroma kelapa, dan manisnya gula, sekali coba dijamin bikin ketagihan.

