24 C
Makassar
3 February 2026, 3:19 AM WITA

Resep Roti Berre Tradisional Khas Soppeng dengan Saus Palopo’ Manis-Gurih

Overview

  • Roti berre adalah kudapan khas Soppeng dengan pinggiran garing dan bagian dalam lembut, biasanya disajikan hangat.

  • Adonan roti berbahan dasar tepung beras dan pisang ini dipanggang secara tradisional menggunakan palekko’.

  • Roti berre nikmat disantap dengan saus palopo’ yang terbuat dari santan, gula merah, dan telur, cocok untuk sarapan atau teh sore.

SulawesiPos.com – Bayangkan gigitan pertama roti yang pinggirannya renyah, bagian dalamnya lembut, manis alami dari pisang, dan ditemani saus palopo’ yang gurih-manis.

Itulah roti berre, kudapan tradisional Soppeng, Sulawesi Selatan, yang selalu bikin ketagihan.

Pada masa sebelum kolonial hingga awal kemerdekaan, beras dianggap sebagai komoditas mewah di Soppeng, karena makanan pokok masyarakat pada waktu itu adalah jagung.

Nama “berre'” berasal dari bahasa Bugis yang berarti “beras”. Dinamakan demikian karena bahan utama pembuatannya adalah tepung beras, bukan terigu.

Oleh karena itu, roti berbahan dasar beras seperti roti berre menjadi sajian istimewa. Sebelum dijadikan adonan, tepung beras biasanya dijemur terlebih dahulu untuk mendapatkan tekstur yang optimal.

Baca Juga: 
Dange Ketan Khas Pangkep, Kue Tradisional Legit dengan Beragam Variasi Rasa

Cara Pembuatan Tradisional

Proses pembuatan roti berre masih mempertahankan metode tradisional dengan memanggang adonan menggunakan palekko’.

Teknik ini menghasilkan roti dengan pinggiran yang garing, sementara bagian dalamnya berongga kecil, padat, namun tetap lembut.

Keunikan lain dari roti berre adalah cocolan khas yang disebut palopo’, terbuat dari santan, gula merah, dan telur, yang menambah rasa manis dan gurih sekaligus.

Kudapan ini sering menjadi pilihan sarapan atau teman minum teh di sore hari, terutama bagi mereka yang menyukai makanan sederhana namun kaya rasa.

Bahan-Bahan Roti Berre

Bahan Utama:

Overview

  • Roti berre adalah kudapan khas Soppeng dengan pinggiran garing dan bagian dalam lembut, biasanya disajikan hangat.

  • Adonan roti berbahan dasar tepung beras dan pisang ini dipanggang secara tradisional menggunakan palekko’.

  • Roti berre nikmat disantap dengan saus palopo’ yang terbuat dari santan, gula merah, dan telur, cocok untuk sarapan atau teh sore.

SulawesiPos.com – Bayangkan gigitan pertama roti yang pinggirannya renyah, bagian dalamnya lembut, manis alami dari pisang, dan ditemani saus palopo’ yang gurih-manis.

Itulah roti berre, kudapan tradisional Soppeng, Sulawesi Selatan, yang selalu bikin ketagihan.

Pada masa sebelum kolonial hingga awal kemerdekaan, beras dianggap sebagai komoditas mewah di Soppeng, karena makanan pokok masyarakat pada waktu itu adalah jagung.

Nama “berre'” berasal dari bahasa Bugis yang berarti “beras”. Dinamakan demikian karena bahan utama pembuatannya adalah tepung beras, bukan terigu.

Oleh karena itu, roti berbahan dasar beras seperti roti berre menjadi sajian istimewa. Sebelum dijadikan adonan, tepung beras biasanya dijemur terlebih dahulu untuk mendapatkan tekstur yang optimal.

Baca Juga: 
Mengenal Dangke, Keju Tradisional Khas Enrekang dengan Cita Rasa Gurih

Cara Pembuatan Tradisional

Proses pembuatan roti berre masih mempertahankan metode tradisional dengan memanggang adonan menggunakan palekko’.

Teknik ini menghasilkan roti dengan pinggiran yang garing, sementara bagian dalamnya berongga kecil, padat, namun tetap lembut.

Keunikan lain dari roti berre adalah cocolan khas yang disebut palopo’, terbuat dari santan, gula merah, dan telur, yang menambah rasa manis dan gurih sekaligus.

Kudapan ini sering menjadi pilihan sarapan atau teman minum teh di sore hari, terutama bagi mereka yang menyukai makanan sederhana namun kaya rasa.

Bahan-Bahan Roti Berre

Bahan Utama:

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/