Ia mengatakan keberhasilan tidak datang seketika, melainkan lahir dari ketekunan dan kesiapan menghadapi kegagalan dalam waktu yang tidak sebentar.
“Orang berproses pasti sukses. Kalau mau berhasil, harus siap gagal 5 sampai 10 tahun. Tapi kalau anak sekarang, 5 tahun gagal itu sudah cukup. Kegagalan adalah fondasi untuk melompat. Gagal dan sukses itu seperti satu keping uang logam; kirinya gagal, kanannya sukses,” papar Amran.
Menurut dia, dunia kampus umumnya banyak mengajarkan cara menghitung keuntungan, sedangkan pelajaran menghadapi kerugian justru lebih banyak ditemukan dalam praktik nyata.
“Yang sulit terkadang yang dipelajari di kampus adalah untungnya saja, ruginya tidak. Ruginya dipelajari pada saat di lapangan. Saya membangun racun tikus Tiran butuh waktu 13 tahun baru tembus.”
“Begitu tembus, sampai hari ini hasilnya dinikmati. Royaltinya mencapai Rp250 miliar per tahun. Padahal waktu itu saya masih ABG,” pungkasnya.

