SulawesiPos.com – Rekomendasi saham hari ini untuk Rabu (5/8/2026), datang setelah IHSG menutup perdagangan Selasa (4/8/2026) dengan kenaikan 1,37 persen ke level 6.319,61. Rebound itu ditopang 399 saham yang menguat, sementara 224 saham melemah dan 170 lainnya stagnan, dengan volume transaksi 33,51 miliar saham, nilai perdagangan Rp13 triliun, serta frekuensi 2,12 juta kali.
Penguatan indeks kemarin digerakkan terutama oleh sektor properti, bahan baku, dan transportasi yang masing-masing naik sekitar 2,71 persen, 2,16 persen, dan 1,58 persen.
Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sektor barang konsumen non-primer dan teknologi yang terkoreksi tipis, menandakan pasar belum sepenuhnya lepas dari pola rotasi sektoral.
Sentimen pasar juga masih bercampur. Dari domestik, investor menanti data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 dan tetap mencermati arah kebijakan Bank Indonesia di tengah inflasi yang dinilai masih terjaga.
Dari eksternal, pergerakan harga minyak, tensi geopolitik, dan posisi rupiah yang masih berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS ikut menjaga pasar tetap selektif meski indeks berhasil menembus kembali area 6.300.
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas melihat IHSG masih berada pada fase awal penguatan lanjutan dengan target 6.334-6.403. Namun, skenario ini datang bersama risiko pembalikan arah jangka pendek ke area 6.280-6.306. Dalam peta ini, support IHSG berada di 6.201 dan 6.029, sedangkan resistance berikutnya 6.377 dan 6.454.
Skenario kedua datang dari BNI Sekuritas yang juga masih membuka peluang kenaikan lanjutan untuk perdagangan hari ini, dengan area support 6.220-6.260 dan resistance 6.360-6.400.
Phintraco Sekuritas bahkan melihat peluang uji resistance 6.350-6.400 seiring pelebaran histogram positif MACD dan berlanjutnya reversal Stochastic RSI di area pivot.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Di luar pembacaan teknikal terhadap indeks, rangkuman broker pagi ini juga menampilkan pilihan saham yang cukup luas. Bloomberg Technoz mencatat BRI Danareksa Sekuritas menyoroti TINS, BRMS, dan MEDC.
BNI Sekuritas memilih DSSA, BIPI, UNTR, DEWA, ARCI, dan RAJA. Investor.id juga mencatat BRI Danareksa Sekuritas menempatkan JGLE, RANS, ESTI, PADA, dan CNMA dalam daftar trading hari ini.
Dari deretan itu, empat saham pilihan MNC Sekuritas menjadi salah satu yang paling rinci karena disertai area buy on weakness, target, dan batas risiko yang jelas.
ANTM
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 0,70 persen ke level 2.890 pada perdagangan sebelumnya dan disertai munculnya volume pembelian, meski pergerakannya masih berada di bawah MA20 harian.
Secara teknikal, saham ini dipetakan berada pada bagian dari wave [d] dari wave B pada pola triangle. Area buy on weakness berada di 2.750-2.830, dengan target 2.990 dan 3.140. Stop loss dipasang di bawah 2.710.
EMAS
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) naik 1,86 persen ke level 6.850 dan penguatannya masih ditopang volume pembelian, sekaligus menembus MA60.
Struktur teknikalnya dibaca berada pada bagian dari wave 5 dari wave (3). Area buy on weakness dipetakan di 6.775-6.825, dengan target 7.000 dan 7.100. Stop loss berada di bawah 6.650.
INDY
PT Indika Energy Tbk (INDY) melesat 7,69 persen ke level 2.520 dan bergerak di atas cluster MA20 serta MA60. Kondisi ini dibaca sebagai bagian awal wave 5 dari wave (A), sehingga saham ini masih masuk radar pelaku pasar.
Area buy on weakness berada di 2.450-2.500, dengan target 2.690 dan 2.830. Batas stop loss ditempatkan di bawah 2.390.
VKTR
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) naik 4,23 persen ke level 740 dengan dukungan volume pembelian dan masih bertahan di atas cluster MA. Posisi teknikalnya diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave A.
Area buy on weakness berada di 660-715, dengan target 760 dan 810. Stop loss dipasang di bawah 650.
Dengan struktur pasar seperti ini, rekomendasi saham hari ini lebih tepat dibaca sebagai panduan pantauan aktif di tengah peluang penguatan yang masih dibayangi risiko profit taking.
Disiplin pada area entry, target, dan stop loss tetap menjadi kunci di tengah pasar yang mulai pulih tetapi belum sepenuhnya lepas dari tekanan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informasi dan bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.

