Kemenkop Targetkan 30 Ribu Gedung Koperasi Merah Putih Beroperasi Juli-Agustus 2026

SulawesiPos.com — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan sekitar 30 ribu gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih siap diresmikan dan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.

Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kemenkop, Riza Azmi, mengatakan program Koperasi Merah Putih saat ini telah memasuki fase kedua, yakni pembangunan dan operasional.

Menurutnya, tahap pertama berupa pembentukan kelembagaan telah selesai dilakukan.

“Untuk yang fase satu sudah dilewati ya, yaitu fase kelembagaan. Sudah terbentuk sekitar 80.000 lebih dari sisi kelembagaan, dari sisi badan hukum dan seterusnya,” kata Riza, dikutip dari Antara, Minggu (10/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam Workshop Media Cerita Koperasi Desa Jadi Berita Bermakna yang digelar Direktorat Ekosistem Media, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital.

Riza menjelaskan, saat ini telah terdapat sekitar 7.000 gedung koperasi yang disebut siap beroperasi sepenuhnya.

Selain itu, pemerintah menargetkan tambahan sekitar 30.000 gedung koperasi siap operasional akan diresmikan pada periode Juli hingga Agustus 2026.

BACA JUGA: 
Prabowo Beberkan Alasan Koperasi Merah Putih: Lawan Rentenir dan Kredit Bunga yang Tinggi

“Sekarang kita masuk ke fase kedua ya, fase pembangunan dan fase operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Tantangan Internet hingga Literasi Digital

Meski demikian, Riza mengakui program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pemerataan akses infrastruktur dasar dan digitalisasi.

Menurutnya, beberapa wilayah masih mengalami keterbatasan jaringan internet dan listrik yang dapat memengaruhi operasional koperasi.

Selain itu, tingkat literasi digital masyarakat juga dinilai belum merata di berbagai daerah.

“Yang kedua sebenarnya dari sisi digitalisasi, terkait dengan indeks Masyarakat Digital (IMDI) yang sebenarnya itu masih belum seragam,” katanya.

Ia menjelaskan ada daerah yang masyarakatnya memiliki tingkat literasi digital tinggi, namun sebagian wilayah lain masih membutuhkan pembinaan lebih lanjut.

Kemenkop Siapkan Desain Alternatif untuk Lahan Sempit

Ketersediaan lahan juga menjadi tantangan lain dalam pembangunan gedung koperasi merah putih.

Riza mengatakan desain utama gedung membutuhkan lahan minimal 1.000 meter persegi dengan ukuran bangunan sekitar 20 x 30 meter.

BACA JUGA: 
Dorong Ekonomi Desa, Presiden Prabowo Targetkan 25.000 Koperasi Desa Merah Putih Rampung Dalam 3 Bulan

Namun, pemerintah saat ini tengah menyiapkan desain alternatif untuk daerah yang memiliki keterbatasan lahan.

“Nanti ada sebenarnya desain kedua yang sebenarnya untuk lahan-lahan yang di bawah 1.000 meter persegi. Cuma ini lagi masih baru disiapkan,” tuturnya.

SulawesiPos.com — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan sekitar 30 ribu gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih siap diresmikan dan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.

Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kemenkop, Riza Azmi, mengatakan program Koperasi Merah Putih saat ini telah memasuki fase kedua, yakni pembangunan dan operasional.

Menurutnya, tahap pertama berupa pembentukan kelembagaan telah selesai dilakukan.

“Untuk yang fase satu sudah dilewati ya, yaitu fase kelembagaan. Sudah terbentuk sekitar 80.000 lebih dari sisi kelembagaan, dari sisi badan hukum dan seterusnya,” kata Riza, dikutip dari Antara, Minggu (10/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam Workshop Media Cerita Koperasi Desa Jadi Berita Bermakna yang digelar Direktorat Ekosistem Media, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital.

Riza menjelaskan, saat ini telah terdapat sekitar 7.000 gedung koperasi yang disebut siap beroperasi sepenuhnya.

Selain itu, pemerintah menargetkan tambahan sekitar 30.000 gedung koperasi siap operasional akan diresmikan pada periode Juli hingga Agustus 2026.

BACA JUGA: 
Agrinas Impor Mobil dari India 105 ribu Unit, Harga Murah atau Ancaman Industri?

“Sekarang kita masuk ke fase kedua ya, fase pembangunan dan fase operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Tantangan Internet hingga Literasi Digital

Meski demikian, Riza mengakui program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait pemerataan akses infrastruktur dasar dan digitalisasi.

Menurutnya, beberapa wilayah masih mengalami keterbatasan jaringan internet dan listrik yang dapat memengaruhi operasional koperasi.

Selain itu, tingkat literasi digital masyarakat juga dinilai belum merata di berbagai daerah.

“Yang kedua sebenarnya dari sisi digitalisasi, terkait dengan indeks Masyarakat Digital (IMDI) yang sebenarnya itu masih belum seragam,” katanya.

Ia menjelaskan ada daerah yang masyarakatnya memiliki tingkat literasi digital tinggi, namun sebagian wilayah lain masih membutuhkan pembinaan lebih lanjut.

Kemenkop Siapkan Desain Alternatif untuk Lahan Sempit

Ketersediaan lahan juga menjadi tantangan lain dalam pembangunan gedung koperasi merah putih.

Riza mengatakan desain utama gedung membutuhkan lahan minimal 1.000 meter persegi dengan ukuran bangunan sekitar 20 x 30 meter.

BACA JUGA: 
Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 8 Persen, Andalkan MBG hingga Program 1 Juta Rumah

Namun, pemerintah saat ini tengah menyiapkan desain alternatif untuk daerah yang memiliki keterbatasan lahan.

“Nanti ada sebenarnya desain kedua yang sebenarnya untuk lahan-lahan yang di bawah 1.000 meter persegi. Cuma ini lagi masih baru disiapkan,” tuturnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru