Rekam jejak itu menunjukkan masalah Indonesia bukan semata selalu kalah di partai final.
Dari satu sisi, enam kali runner-up membuktikan Garuda cukup sering mendekati gelar.
Namun di sisi lain, enam kali gugur di fase grup memperlihatkan level tim belum stabil dari satu edisi ke edisi berikutnya, sehingga momentum untuk benar-benar menjadi juara terus terputus.
Dua edisi terakhir memperlihatkan pola yang makin terasa.
Setelah tersingkir di fase grup pada 2024, Indonesia kembali berhenti pada fase yang sama di Piala AFF 2026.
Itu berarti penantian gelar kini tidak hanya bertambah satu turnamen lagi, tetapi juga memasuki tiga dekade tanpa trofi di kompetisi regional paling bergengsi di Asia Tenggara.

