24 C
Makassar
3 February 2026, 5:06 AM WITA

Anggota Komisi VII DPR Nilai Hilirisasi Industri Karet Belum Optimal, Petani Belum Rasakan Manfaat Maksimal

Overview:

  • Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menilai hilirisasi industri karet nasional belum memberi nilai tambah optimal bagi petani dan ekonomi domestik.
  • Ia menyoroti dominasi ekspor barang setengah jadi yang masih mencapai sekitar 85 persen dari total ekspor Indonesia.
  • Novita mendorong penguatan pasar domestik, insentif industri hijau, serta integrasi kebijakan industri dengan pemberdayaan petani dan tenaga kerja lokal.

SulawesiPos.com – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai upaya hilirisasi industri di Indonesia, khususnya sektor karet, masih belum berjalan optimal dan belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

Penilaian tersebut disampaikan Novita usai Komisi VII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) bersama Kementerian Perindustrian dan Bridgestone Group ke PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/1/2026).

Menurut Novita, keberhasilan hilirisasi tidak dapat semata-mata diukur dari kenaikan volume produksi atau angka ekspor.

Ia menyoroti masih besarnya porsi ekspor Indonesia yang didominasi produk setengah jadi, yang disebutnya mencapai sekitar 85 persen, sehingga nilai tambah ekonomi di dalam negeri belum maksimal.

Baca Juga: 
KPK Dalami Dugaan Aliran Uang ke Ketua PDIP Jabar Ono Surono

“Ini harus menjadi catatan kritis bagi Kementerian Perindustrian, bagaimana menambah nilai tambah bagi Indonesia, terutama bagi petani dan masyarakat sekitar industri,” ujar Novita, dikutip dari Parlementaria, Minggu (25/1/2026).

Selain aspek ekonomi, Novita juga menekankan pentingnya perhatian terhadap lingkungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati di sekitar industri.

Dalam diskusi selama kunjungan kerja, terungkap bahwa PT Bridgestone mengalami penurunan produksi akibat faktor cuaca serta dinamika geopolitik global.

Ia menyebut, penurunan produksi tersebut tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga berpengaruh terhadap penerimaan negara dan nilai tambah ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Novita menjelaskan bahwa Kunspek Komisi VII DPR RI bertujuan menyerap aspirasi pelaku industri sekaligus memetakan persoalan strategis yang perlu segera ditangani untuk memperkuat hilirisasi karet nasional.

Ia juga mendorong pemerintah agar memberikan insentif yang tepat bagi industri yang telah bertransformasi menuju industri hijau.

Overview:

  • Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menilai hilirisasi industri karet nasional belum memberi nilai tambah optimal bagi petani dan ekonomi domestik.
  • Ia menyoroti dominasi ekspor barang setengah jadi yang masih mencapai sekitar 85 persen dari total ekspor Indonesia.
  • Novita mendorong penguatan pasar domestik, insentif industri hijau, serta integrasi kebijakan industri dengan pemberdayaan petani dan tenaga kerja lokal.

SulawesiPos.com – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menilai upaya hilirisasi industri di Indonesia, khususnya sektor karet, masih belum berjalan optimal dan belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

Penilaian tersebut disampaikan Novita usai Komisi VII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) bersama Kementerian Perindustrian dan Bridgestone Group ke PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSRE) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (23/1/2026).

Menurut Novita, keberhasilan hilirisasi tidak dapat semata-mata diukur dari kenaikan volume produksi atau angka ekspor.

Ia menyoroti masih besarnya porsi ekspor Indonesia yang didominasi produk setengah jadi, yang disebutnya mencapai sekitar 85 persen, sehingga nilai tambah ekonomi di dalam negeri belum maksimal.

Baca Juga: 
Target PSI Tinggi, Jokowi Sebut Mesinnya Harus Besar

“Ini harus menjadi catatan kritis bagi Kementerian Perindustrian, bagaimana menambah nilai tambah bagi Indonesia, terutama bagi petani dan masyarakat sekitar industri,” ujar Novita, dikutip dari Parlementaria, Minggu (25/1/2026).

Selain aspek ekonomi, Novita juga menekankan pentingnya perhatian terhadap lingkungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati di sekitar industri.

Dalam diskusi selama kunjungan kerja, terungkap bahwa PT Bridgestone mengalami penurunan produksi akibat faktor cuaca serta dinamika geopolitik global.

Ia menyebut, penurunan produksi tersebut tidak hanya berdampak pada kinerja perusahaan, tetapi juga berpengaruh terhadap penerimaan negara dan nilai tambah ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Novita menjelaskan bahwa Kunspek Komisi VII DPR RI bertujuan menyerap aspirasi pelaku industri sekaligus memetakan persoalan strategis yang perlu segera ditangani untuk memperkuat hilirisasi karet nasional.

Ia juga mendorong pemerintah agar memberikan insentif yang tepat bagi industri yang telah bertransformasi menuju industri hijau.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/