Mobil Hybrid Toyota Didesain Anti Air Bukan Kedap Air, Ini Tips Melintasi Jalan Banjir

SulawesiPos.com – Toyota Astra Motor menjelaskan bahwa seluruh mobil hybrid atau Hybrid Electric Vehicle (HEV) buatannya dirancang dengan konsep water resist alias tahan air, bukan water proof atau kedap air sepenuhnya. Penjelasan ini disampaikan melalui artikel resmi di Toyota Pressroom Indonesia yang membahas risiko komponen elektrifikasi saat melewati jalan banjir, lengkap dengan tujuh tips keselamatan bagi pengemudi HEV Toyota seperti Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV.

Menurut penjelasan resmi Toyota Pressroom Indonesia, komponen elektrifikasi pada HEV Toyota didesain untuk tahan terhadap cipratan dan rembesan air, namun tetap berpotensi kemasukan air lewat celah tertentu apabila terendam banjir dalam waktu lama atau pada ketinggian tertentu.

Toyota Pressroom Indonesia menegaskan bahwa kerusakan komponen akibat banjir pada mobil hybrid sebenarnya serupa dengan mobil konvensional, seperti korsleting kelistrikan dan masalah pada bagian kaki-kaki kendaraan.

Secara konstruksi, motor listrik pada mobil hybrid Toyota dipasang sejajar as roda depan, sementara baterai penggerak diletakkan di bawah dek penumpang, sebuah posisi yang tergolong rendah dan berisiko jika pengemudi tidak berhati-hati saat melintasi genangan air.

Toyota menyatakan telah memperhitungkan risiko tersebut sejak tahap desain, khususnya untuk dua produk lokal andalannya yaitu Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV, dengan menambahkan perlindungan khusus pada komponen motor listrik dan baterai di seluruh lini produk hybrid mereka.

Meski begitu, Toyota Pressroom Indonesia mengingatkan bahwa mobil jenis apa pun sebenarnya tidak direkomendasikan untuk menerjang banjir, sehingga pengemudi sebaiknya mencari jalan alternatif jika menemukan genangan air yang cukup tinggi di depan.

Risiko yang dapat terjadi jika mesin kemasukan air atau dikenal dengan istilah water hammer disebutkan dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kerusakan mesin dengan biaya perbaikan yang sangat mahal.

Toyota Pressroom Indonesia turut mengungkapkan bahwa Kijang Innova Zenix HEV menjadi kendaraan elektrifikasi yang paling banyak dicari pelanggan, disusul oleh Yaris Cross HEV, Corolla Cross HEV, dan Corolla Altis HEV.

Untuk segmen premium, Toyota turut menawarkan pilihan hybrid yakni Camry HEV dan Alphard HEV kepada konsumen di Indonesia.

Tips Melintasi Jalan Banjir untuk Mobil Hybrid

Toyota Pressroom Indonesia merekomendasikan tujuh langkah keselamatan yang perlu diperhatikan pengemudi HEV saat terpaksa melewati jalan yang tergenang banjir.

Langkah pertama adalah memperhatikan ketinggian genangan air dengan memastikan levelnya tidak melebihi setengah tinggi ban mobil, karena posisi motor listrik dan baterai yang rendah membuat risiko kerusakan meningkat jika genangan lebih tinggi dari batas tersebut.

Pengemudi juga diminta mewaspadai arus air banjir yang deras, sebab efek gelombang dari pergerakan mobil dapat menjalar hingga ke ruang mesin tempat saringan udara dan sekering berada.

Saat melintasi genangan, transmisi otomatis disarankan dipindahkan ke posisi gigi 1 dan putaran mesin dijaga pada kisaran 2.000 hingga 2.500 RPM agar air tidak naik ke ruang mesin.

Kecepatan kendaraan sebaiknya dipertahankan sekitar 10 kilometer per jam, karena kecepatan yang terlalu tinggi berisiko membuat bagian depan mobil terangkat akibat daya angkat air sehingga sulit dikendalikan.

SulawesiPos.com – Toyota Astra Motor menjelaskan bahwa seluruh mobil hybrid atau Hybrid Electric Vehicle (HEV) buatannya dirancang dengan konsep water resist alias tahan air, bukan water proof atau kedap air sepenuhnya. Penjelasan ini disampaikan melalui artikel resmi di Toyota Pressroom Indonesia yang membahas risiko komponen elektrifikasi saat melewati jalan banjir, lengkap dengan tujuh tips keselamatan bagi pengemudi HEV Toyota seperti Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV.

Menurut penjelasan resmi Toyota Pressroom Indonesia, komponen elektrifikasi pada HEV Toyota didesain untuk tahan terhadap cipratan dan rembesan air, namun tetap berpotensi kemasukan air lewat celah tertentu apabila terendam banjir dalam waktu lama atau pada ketinggian tertentu.

Toyota Pressroom Indonesia menegaskan bahwa kerusakan komponen akibat banjir pada mobil hybrid sebenarnya serupa dengan mobil konvensional, seperti korsleting kelistrikan dan masalah pada bagian kaki-kaki kendaraan.

Secara konstruksi, motor listrik pada mobil hybrid Toyota dipasang sejajar as roda depan, sementara baterai penggerak diletakkan di bawah dek penumpang, sebuah posisi yang tergolong rendah dan berisiko jika pengemudi tidak berhati-hati saat melintasi genangan air.

Toyota menyatakan telah memperhitungkan risiko tersebut sejak tahap desain, khususnya untuk dua produk lokal andalannya yaitu Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV, dengan menambahkan perlindungan khusus pada komponen motor listrik dan baterai di seluruh lini produk hybrid mereka.

Meski begitu, Toyota Pressroom Indonesia mengingatkan bahwa mobil jenis apa pun sebenarnya tidak direkomendasikan untuk menerjang banjir, sehingga pengemudi sebaiknya mencari jalan alternatif jika menemukan genangan air yang cukup tinggi di depan.

Risiko yang dapat terjadi jika mesin kemasukan air atau dikenal dengan istilah water hammer disebutkan dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kerusakan mesin dengan biaya perbaikan yang sangat mahal.

Toyota Pressroom Indonesia turut mengungkapkan bahwa Kijang Innova Zenix HEV menjadi kendaraan elektrifikasi yang paling banyak dicari pelanggan, disusul oleh Yaris Cross HEV, Corolla Cross HEV, dan Corolla Altis HEV.

Untuk segmen premium, Toyota turut menawarkan pilihan hybrid yakni Camry HEV dan Alphard HEV kepada konsumen di Indonesia.

Tips Melintasi Jalan Banjir untuk Mobil Hybrid

Toyota Pressroom Indonesia merekomendasikan tujuh langkah keselamatan yang perlu diperhatikan pengemudi HEV saat terpaksa melewati jalan yang tergenang banjir.

Langkah pertama adalah memperhatikan ketinggian genangan air dengan memastikan levelnya tidak melebihi setengah tinggi ban mobil, karena posisi motor listrik dan baterai yang rendah membuat risiko kerusakan meningkat jika genangan lebih tinggi dari batas tersebut.

Pengemudi juga diminta mewaspadai arus air banjir yang deras, sebab efek gelombang dari pergerakan mobil dapat menjalar hingga ke ruang mesin tempat saringan udara dan sekering berada.

Saat melintasi genangan, transmisi otomatis disarankan dipindahkan ke posisi gigi 1 dan putaran mesin dijaga pada kisaran 2.000 hingga 2.500 RPM agar air tidak naik ke ruang mesin.

Kecepatan kendaraan sebaiknya dipertahankan sekitar 10 kilometer per jam, karena kecepatan yang terlalu tinggi berisiko membuat bagian depan mobil terangkat akibat daya angkat air sehingga sulit dikendalikan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru