SulawesiPos.com – Tim peneliti Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan transfer teknologi produksi dan pemurnian Virgin Coconut Oil (VCO) kepada mitra industri di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Kolaborasi melalui Program Prioritas dan Strategis, Ajakan Industri tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produksi, mutu, rendemen, serta daya saing produk olahan kelapa.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Unhas memperkuat hilirisasi hasil riset agar inovasi yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi dapat diterapkan langsung oleh dunia industri.
Ketua Tim Peneliti Unhas Prof. Dr. Ir. Amran Laga, MS. mengatakan kolaborasi dengan industri menjadi langkah penting agar teknologi hasil penelitian dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Selama ini teknologi produksi dan pemurnian VCO telah kami kembangkan melalui berbagai tahapan penelitian. Melalui kolaborasi dengan mitra industri di Polewali Mandar, teknologi tersebut diterapkan untuk mengatasi permasalahan industri terkait dengan proses produksi agar memenuhi standar kualitas dan spesifikasi kebutuhan pasar,” ujar Amran.
Menurutnya, penerapan teknologi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi proses produksi, tetapi juga kualitas dan nilai tambah komoditas kelapa.
Uji Coba Produksi VCO di Polman
Pada tahun pertama, program difokuskan pada penyelarasan kebutuhan industri. Tahapannya mencakup optimalisasi produksi VCO dalam skala pilot plant di laboratorium, penyiapan fasilitas produksi, serta validasi teknologi sebelum diterapkan secara lebih luas di lokasi mitra.
Dalam kerja sama tersebut, Unhas berperan mengembangkan teknologi produksi dan pemurnian VCO, membuat prototipe, melakukan pengujian mutu, menyusun standar operasional prosedur (SOP), serta memberikan pendampingan terkait legalitas dan kekayaan intelektual.
Sementara mitra industri menyediakan fasilitas produksi dan lingkungan pengujian sekaligus mendukung penerapan teknologi di lapangan.
Tim peneliti bersama mitra melakukan kunjungan dan uji coba awal produksi VCO pada 5-7 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi tahap awal untuk menyesuaikan teknologi yang dikembangkan di laboratorium dengan kondisi produksi di industri.
Uji coba juga dilakukan untuk mengidentifikasi penyesuaian yang dibutuhkan agar proses produksi berjalan lebih efisien dan menghasilkan VCO sesuai standar mutu.
Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyempurnaan proses dan pendampingan teknis pada tahap berikutnya.
Perwakilan mitra industri, Jelisman, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Unhas memberikan kesempatan bagi industri lokal mendapatkan pendampingan langsung dalam penerapan teknologi.

