SulawesiPos.com – Veda Ega Pratama datang ke Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Jumat, 7 Agustus 2026, dengan status yang makin penting di Honda Team Asia. Saat kejuaraan memasuki paruh kedua musim, pembalap muda Indonesia itu membawa modal finis kedelapan di Sachsenring, sementara perubahan line-up tim membuat sorotan kian mengarah kepadanya.
Momentum itu hadir di tengah absennya Zen Mitani yang masih memulihkan cedera tangan usai insiden di Assen.
Posisi Mitani untuk akhir pekan ini digantikan pembalap Thailand, Kiattisak Singhapong, yang dipanggil menjalani debut di Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia.
Dalam situasi itu, Veda Pratama bukan lagi sekadar rookie yang belajar membaca ritme balap Grand Prix.
Veda Pratama masuk ke Silverstone sebagai pembalap yang sudah lebih dulu mengoleksi jam terbang musim ini, sekaligus menjadi tumpuan utama tim Asia untuk menjaga tren positif setelah jeda musim panas.
Silverstone Jadi Ujian Besar
Lintasan Silverstone dikenal panjang, cepat, dan sering menghadirkan cuaca yang sulit ditebak.
Karakter itu membuat sesi awal sangat penting, terutama di kelas Moto3 yang kerap ditentukan detail kecil dalam slipstream, pilihan racing line, dan kemampuan menjaga ritme dalam rombongan besar.
Veda Pratama menyebut Silverstone sebagai sirkuit yang sangat spesial.
Veda Pratama menegaskan jeda musim panas memberinya waktu untuk memulihkan tenaga, sementara hasil di Jerman menjadi suntikan kepercayaan diri untuk membuka paruh kedua musim dengan level persaingan yang lebih tinggi.
Bekal itu membuat peluang Veda Pratama di Silverstone menarik diperhatikan.
Jika mampu langsung klop sejak latihan pertama, rider bernomor 9 tersebut punya ruang untuk kembali bersaing di kelompok depan dan menjaga posisinya tetap relevan dalam persaingan rookie musim ini.
Garasi Berubah, Sorotan Mengarah ke Veda
Masuknya Kiattisak Singhapong ikut mengubah dinamika internal Honda Team Asia.

