APINDO di Makassar Dorong Iklim Investasi dan Mitigasi PHK di Tengah Gejolak Global

SulawesiPos.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia atau APINDO mendorong perbaikan iklim investasi, penciptaan lapangan kerja, dan mitigasi pemutusan hubungan kerja atau PHK dalam pembukaan Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional APINDO di Hotel Claro, Makassar, Selasa, 4 Agustus 2026, di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan biaya usaha di dalam negeri.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APINDO Shinta W Kamdani mengatakan dunia usaha saat ini menghadapi situasi yang tidak pasti, mulai dari gejolak global hingga persoalan biaya tinggi, ketergantungan bahan baku impor, dan persoalan rantai pasok dari hulu ke hilir.

Menurut dia, pembahasan investasi dan perdagangan yang dijalankan APINDO selalu diarahkan pada upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif dan kompetitif agar lapangan kerja bisa terus tumbuh dan PHK dapat dicegah dari hulunya.

“Kita tidak bisa menunggu peluang, kita harus menjemputnya,” kata Shinta saat menegaskan pentingnya daerah aktif menawarkan potensi investasi kepada calon investor.

Ia menambahkan hampir 60 persen tenaga kerja Indonesia masih bekerja di sektor informal sehingga tantangan utama dunia usaha dan pemerintah adalah membuka lebih banyak kesempatan kerja yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  Makassar Peringkat Pertama Laka Lantas di Sulsel, 1.508 Kasus Terjadi hingga April 2026

Shinta menyebut APINDO juga meluncurkan unit investasi untuk memperluas peluang daerah bertemu investor, sekaligus mengawal agenda perbaikan secara terukur sampai tuntas.

Ia mengatakan Sulawesi Selatan dipilih menjadi tuan rumah karena daerah ini sejak lama dikenal sebagai wilayah dengan tradisi pelaut ulung dan semangat kolektif yang kuat dalam menghadapi tantangan.

Sulsel Tawarkan Infrastruktur dan Keterbukaan Investasi

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan daerahnya terbuka untuk semua investasi selama memberi manfaat dan nilai berbagi bagi daerah.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sulsel tetap mendorong pembangunan di tengah efisiensi anggaran dengan menempatkan infrastruktur sebagai salah satu postur belanja terbesar.

Menurut Andi Sudirman, nilai anggaran infrastruktur Sulsel tahun ini mencapai sekitar Rp3,7 triliun, dengan target pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer serta pembangunan rumah sakit di wilayah perbatasan.

Ia menegaskan arah pembangunan itu ditujukan untuk masyarakat luas, dari kawasan perkotaan hingga perdesaan, sekaligus memperkuat posisi Sulsel sebagai hub Indonesia timur.

BACA JUGA:  52 Orang Diamankan saat Judi Sabung Ayam di Makassar, Peserta Datang dari Maros hingga Jeneponto

SulawesiPos.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia atau APINDO mendorong perbaikan iklim investasi, penciptaan lapangan kerja, dan mitigasi pemutusan hubungan kerja atau PHK dalam pembukaan Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional APINDO di Hotel Claro, Makassar, Selasa, 4 Agustus 2026, di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan biaya usaha di dalam negeri.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional APINDO Shinta W Kamdani mengatakan dunia usaha saat ini menghadapi situasi yang tidak pasti, mulai dari gejolak global hingga persoalan biaya tinggi, ketergantungan bahan baku impor, dan persoalan rantai pasok dari hulu ke hilir.

Menurut dia, pembahasan investasi dan perdagangan yang dijalankan APINDO selalu diarahkan pada upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif dan kompetitif agar lapangan kerja bisa terus tumbuh dan PHK dapat dicegah dari hulunya.

“Kita tidak bisa menunggu peluang, kita harus menjemputnya,” kata Shinta saat menegaskan pentingnya daerah aktif menawarkan potensi investasi kepada calon investor.

Ia menambahkan hampir 60 persen tenaga kerja Indonesia masih bekerja di sektor informal sehingga tantangan utama dunia usaha dan pemerintah adalah membuka lebih banyak kesempatan kerja yang berkelanjutan.

BACA JUGA:  52 Orang Diamankan saat Judi Sabung Ayam di Makassar, Peserta Datang dari Maros hingga Jeneponto

Shinta menyebut APINDO juga meluncurkan unit investasi untuk memperluas peluang daerah bertemu investor, sekaligus mengawal agenda perbaikan secara terukur sampai tuntas.

Ia mengatakan Sulawesi Selatan dipilih menjadi tuan rumah karena daerah ini sejak lama dikenal sebagai wilayah dengan tradisi pelaut ulung dan semangat kolektif yang kuat dalam menghadapi tantangan.

Sulsel Tawarkan Infrastruktur dan Keterbukaan Investasi

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan daerahnya terbuka untuk semua investasi selama memberi manfaat dan nilai berbagi bagi daerah.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sulsel tetap mendorong pembangunan di tengah efisiensi anggaran dengan menempatkan infrastruktur sebagai salah satu postur belanja terbesar.

Menurut Andi Sudirman, nilai anggaran infrastruktur Sulsel tahun ini mencapai sekitar Rp3,7 triliun, dengan target pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer serta pembangunan rumah sakit di wilayah perbatasan.

Ia menegaskan arah pembangunan itu ditujukan untuk masyarakat luas, dari kawasan perkotaan hingga perdesaan, sekaligus memperkuat posisi Sulsel sebagai hub Indonesia timur.

BACA JUGA:  Pemprov Sulsel Raih Predikat Sangat Baik dalam Indeks Tata Kelola Pengadaan 2025

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru